Sriwijayamedia.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lesung Batu, Kecamatan Mulak Ulu, menerima kunjungan Bupati Lahat H Bursah Zarnubi, di Kawasan Terpadu Kebun Buah Cuko Simpou, Rabu (4/2/2026).
Kunjungan tersebut untuk melihat langsung pengembangan program ketahanan pangan desa yang dirintis sejak tahun 2023 silam.
Kepala Desa (Kades) Lesung Batu Radius, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kawasan terpadu tersebut merupakan hasil pemanfaatan Dana Desa (DD), khususnya alokasi 20 persen untuk program ketahanan pangan.
Menurut dia, lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini dikembangkan menjadi kebun buah, budidaya perikanan, peternakan, serta pengelolaan lingkungan.
“Alhamdulillah, kawasan ini dirintis sejak 2023 dan saat ini telah menjadi aset desa. Administrasi dan sertifikat lahan juga sudah kami amankan atas nama aset Desa Lesung Batu,” ujar Radius.
Ia menjelaskan, berbagai bantuan telah masuk ke lokasi tersebut, antara lain program budidaya lele dari Dinas Perikanan, serta dukungan pengelolaan sampah berupa TPS 3R dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Namun demikian, Pemdes masih membutuhkan pembangunan gedung permanen TPS 3R dan dukungan listrik bertegangan lebih tinggi untuk operasional mesin pengelolaan sampah.
Radius juga berharap adanya bantuan pembangunan akses jalan menuju kawasan ketahanan pangan serta dukungan lanjutan dari berbagai pihak, termasuk PT Mustika Indah Permai (MIP), yang selama ini turut berkontribusi melalui program CSR, meski Desa Lesung Batu berada di wilayah ring 3 perusahaan.
Sementara itu, Bupati Lahat H Bursah Zarnubi menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kinerja Pemdes Lesung Batu dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis desa.
Menurut Bupati, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar lahan-lahan yang tersedia dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan.
“Pemkab Lahat sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Desa Lesung Batu. Ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain,” kata Bursah.
Ia juga mengungkapkan rencana dukungan berupa bantuan listrik tenaga surya dari kementerian terkait, dengan syarat penyediaan lahan seluas 1,5 hektar.
Bupati mendorong agar lahan lima hektare yang telah tersedia dimanfaatkan untuk menanam buah, sayuran, serta pengembangan telur, ikan, dan ayam guna menunjang kebutuhan pangan masyarakat dan keberlanjutan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bursah berharap seluruh kades di Kecamatan Mulak Ulu dapat meniru langkah Desa Lesung Batu dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada, sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dari wilayah sendiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.(Nita)










