Pengamat Politik Adi Prayitno: Fenomena Lagu MBG Jadi Keuntungan Politik bagi Golkar

Pengamat politik Adi Prayitno/sriwijayamedia.com-adjie

sriwijayamedia.com – Fenomena viral lagu “MBG” yang dikaitkan dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia dinilai memberikan keuntungan politik bagi Partai Golkar.

Pengamat politik Adi Prayitno menyebut popularitas yang muncul dari lagu tersebut telah menempatkan Bahlil sebagai salah satu figur politik yang paling sering diperbincangkan publik saat ini.

Menurut Adi, tidak banyak ketua umum partai politik yang memiliki tingkat keterkenalan hingga menjadi bahan nyanyian masyarakat sehari-hari.

“Suka tidak suka ini menguntungkan bagi Golkar, per hari ini nyaris tidak ada ketua umum partai politik di luar Pak Prabowo Subianto yang setiap hari dinyanyikan dan dilagukan, kecuali Pak MBG, Mas Bahlil Ganteng,” kata Adi Prayitno, kepada wartawan, di Jakarta, Senin, (1/6/2026).

Adi menilai fenomena tersebut menjadi sesuatu yang positif bagi Golkar. Meski awalnya lagu itu diduga muncul sebagai bentuk sindiran terhadap kinerja Bahlil, namun situasi tersebut justru berbalik menjadi keuntungan politik.

“Itu suatu hal menurut saya sesuatu yang positif, mungkin banyak yang awalnya ingin menyindir secara satir melalui lagu-lagu terhadap kinerja Pak Bahlil, tetapi ini kan menegaskan bahwa Golkar, termasuk juga Pak Bahlil, mampu membalikan situasi yang dulunya agak sedikit negatif kemudian menjadi sifatnya positif,” ujarnya.

Adi mengatakan, Bahlil kini telah menjadi salah satu tokoh yang mendapat sorotan besar dalam percakapan politik nasional. Popularitas itu bahkan telah menjangkau berbagai kalangan usia.

“Di berbagai kesempatan saya bilang, per hari ini Pak Bahlil harus diakui menjadi salah satu spotlight politik yang terus diperbincangkan. Jangankan kita-kita, anak kecil sekarang nyanyinya MBG. MBG aja judulnya,” katanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menilai jika fenomena tersebut mampu dikelola dengan baik, maka dapat menjadi modal politik penting bagi Golkar menjelang Pemilu 2029.

“Tentu, kalau ini bisa dikapitalisasi oleh kawan-kawan Golkar menuju 2029, bukan tidak mungkin, bukan hanya di Jakarta yang bertambah, tapi di tempat-tempat lain ini akan memberikan peluang politik bagi Golkar,” tuturnya.

Menurut Adi, salah satu faktor penting dalam politik adalah tingkat keterkenalan dan intensitas pembicaraan publik terhadap figur maupun partai politik.

“Karena kan salah satu poin penting dalam politik sering dibicarakan. Kalau sudah sering dibicarakan biasanya masuk ke hati dan datang ke TPS apa yang dia nyanyikan, dan itu yang harus dijaga sebenarnya oleh kawan-kawan Golkar,” jelasnya.

Meski demikian, Adi menegaskan bahwa fenomena tersebut masih perlu dibuktikan efektivitasnya dalam jangka panjang.

Menurut dia, tantangan berikutnya adalah menjaga agar popularitas yang telah terbentuk dapat terus bertahan hingga momentum politik mendatang.

“Dan ini saya kira adalah modal politik yang luar biasa, tinggal diuji apakah dalam kurun waktu tiga tahun ini, nyanyian lagu MBG ini bisa mengalahkan lagu-lagu yang lain,” pungkasnya. (Adjie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *