sriwijayamedia.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta menggelar Pengajian Ideologi Kebangsaan (PIK-4), dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila 2026, bertempat di halaman Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (1/6/2026).
Kegiatan yang digagas bersama Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jakarta tersebut mengangkat tema “Pancasila dan Demokrasi di Era Digital : Menimbang Model Pemilu e-Voting”.
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kebangsaan dan tantangan demokrasi ke depan.
“Hari ini acara Pengajian Ideologi Kebangsaan yang digagas oleh DPD Partai Golkar, AMPG Partai Golkar Provinsi Jakarta dan menyambut Hari Kelahiran Pancasila. Tentunya tema yang dibahas juga mengenai demokrasi di era digital, dan model pemilu e-voting,” kata Zaki.
Menurut Zaki, peringatan Harlah Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai dasar bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
“Tentu saja Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah landasan kita untuk terus menuju dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka mencapai cita-cita semuanya yaitu menuju kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Zaki menegaskan bahwa pembangunan bangsa ke depan harus tetap berpegang pada Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Persiapan ini harus ada landasannya dan pegangan kita untuk sebagai bangsa, berbangsa dan bernegara sebagai bagian dari proses berkembangnya NKRI,” terangnya.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, Zaki mengingatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila juga semakin kompleks, khususnya bagi generasi muda.
“Dari zaman dulu tantangannya sudah banyak sekali, apalagi sekarang dengan kemajuan teknologi digital dan juga telekomunikasi. Banyak sekali doktrin-doktrin yang mencoba mengubah cara pandang terutama para generasi muda Indonesia terhadap Pancasila,” papar.
Karena itu, Zaki menilai penguatan nilai-nilai kebangsaan harus terus dilakukan, termasuk melalui program-program kaderisasi partai.
“Nah, ini yang mesti harus kita jadikan tantangan program terutama bagi kader Partai Golkar bagaimana terus menggaungkan Pancasila sebagai dasar negara kita,” tegasnya.
Selain membahas ideologi kebangsaan, forum tersebut juga menyinggung kemungkinan penerapan sistem e-voting pada Pemilu 2029 yang saat ini masih menjadi bagian dari diskursus publik, seiring belum dibahasnya revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. (Adjie)










