Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono ke Polda Metro Jaya, Klaim Dieksploitasi dalam Film Pesta Babi

Tomas adat Papua Yasinta Moowend didampingi kuasa hukumnya melaporkan pembuat film Pesta Babi Dandhy Laksono, ke Polda Metro Jaya terkait dugaan eksploitasi dan penggunaan wajah dirinya tanpa izin, Jum'at (29/5/2026)/sriwijayamedia.com-irawan

sriwijayamedia.com – Tokoh masyarakat (Tomas) adat Papua Yasinta Moowend melaporkan pembuat film Pesta Babi Dandhy Laksono, ke Polda Metro Jaya terkait dugaan eksploitasi dan penggunaan wajah dirinya tanpa izin dalam film tersebut.

Laporan itu disampaikan langsung oleh Mama Sinta, sapaan akrabnya, didampingi kuasa hukum Hamonangan Daulay, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jum’at (29/5/2026).

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum Mama Sinta Hamonangan Daulay, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Polda Metro Jaya untuk membuat laporan polisi yang saat ini masih dalam proses administrasi.

“Kedatangan kami ke Kantor Krimsus adalah pembuatan LP dan sedang masih berproses dan proses STTPL,” ujar Hamonangan Daulay, kepada wartawan.

Pihak kuasa hukum menilai kliennya mengalami eksploitasi karena ditampilkan dalam film tanpa persetujuan yang sah.

“Selain itu tentang personaliti Mama Shinta seorang anak bangsa berusia 62 tahun dieksploitasi tanpa perizinan yang sah dan pengakuan yang sah dari Mama Shinta,” imbuhnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Mama Sinta mengaku mulai merasa dirugikan sejak film itu diputar di Jayapura pada 8 April 2026.

“Saya dieksploitasi sejak tanggal 8 April 2026,” aku Mama Sinta.

Ia mengungkapkan rasa kecewanya setelah mengetahui wajahnya muncul dalam film Pesta Babi yang diputar di Susteran Maranata, Jayapura, tanpa seizin dirinya.

“Film yang diputar di Jayapura di Susteran Maranata, mereka putar Film Pesta Babi, di mana-mana saya sakit hati, tanpa izin dan menjadi pembicaraan putar film tersebut,” ungkapnya.

Mama Sinta menuturkan dirinya datang ke Jakarta untuk mencari keadilan dan meminta bantuan kepolisian atas persoalan tersebut.

“Untuk itu saya datang ke Polda Metro Jakarta untuk meminta bantu,” paparnya.

Dia juga mengakui awalnya diajak seseorang bernama Tigor untuk menonton film, bukan terlibat dalam proses produksi dokumenter tersebut.

“Saya diajak dalam pembuatan film ini adalah saudara Tigor, saya tertipu untuk nonton Pesta Babi, ternyata pembuatan film Pesta Babi dan ada wajah saya tanpa seizin dari saya serta kecewa juga keluarga besar saya,” ucap Mama Sinta.

Menuru dia, tidak pernah ada pembicaraan maupun persetujuan terkait penggunaan wajahnya dalam film tersebut.

“Dan saya tidak pernah ada pembicaraan untuk pembuatan film Pesta Babi, wajah saya ditampilkan apakah saya patung Asmat yang dapat diukur,” tegasnya.(irawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *