sriwijayamedia.com- Dalam rangka membela para syuhada dan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon (Praka Farizal Rhomadhon anggota Yonif 113/JS, Kapten Infanteri Zulmi dari Grup 2 Kopassus dan Sersan Satu Ichwan dari Kesdam IX Udayana) pada 28-30 Maret 2026, ribuan gabungan ormas Islam yang bergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) menggelar salat ghoib dan do’a kemanusiaan bersama, di depan kantor kedubes Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026).
Ribuan umat muslim yang datang dari berbagai wilayah ini mulai berkumpul didepan Kedubes AS sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Kegiatan ini juga diisi dengan orasi dari perwakilan ormas-ormas Islam dan hiburan musik bernuansa islami.
Usai melakukan sholat ghoib dan doa bersama, MOI mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap bersama diantaranya penyampaian ungkapan bangsa Indonesia yang berduka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang sedang menjalani misi mulia menjaga perdamaian diwilayah konflik. Serta keprihatinan atas ditutupnya Masjid Aqsa.
Penutupan Masjid Aqsa sudah berlangsung selama lebih dari 30 hari dan hal itu terjadi untuk pertama kalinya selama 839 tahun terakhir.
Penutupan masjid dinilai telah melanggar kebebasan beragama dan HAM.
MOI juga mendesak kalangan universal internasional untuk mendesak Amerika Serikat dan Israel menghentikan penyerangannya terhadap warga sipil dan pasukan perdamaian di Iran. (Santi)









