Optimalkan Tata Kelola, Lazismu Sumsel Datangkan Lazismu Jateng Dalam Rakerwil 2026

Lazismu Sumsel menggelar Rakerwil tahun 2026, di Aula Prof Djakfar Murod, UMP, pada Sabtu-Minggu 14-15 Februari 2026/sriwijayamedia.com-ton

Sriwijayamedia.com- Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2026, berlangsung di Aula Prof Djakfar Murod, Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), pada Sabtu-Minggu (14-15/2/2026).

Dengan tema “Sinergi Strategis untuk Lazismu Berdampak dan Berkelanjutan”, kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel Ridwan Hayatuddin, SH., MM., Wakil Ketua Lazismu Pusat Dr Erni Juliana Al Hasanah Nasution, SE., M.Ak., Ketua Lazismu Sumsel Heru Ginanjar Prayogo, SE., ME., jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumsel, pengelola Kantor Layanan (KL) Lazismu kabupaten/kota, serta perwakilan Lazismu Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebagai narasumber.

Ketua Lazismu Sumsel Heru Ginanjar Prayogo, SE., ME., menegaskan guna mempercepat transformasi organisasi dan meningkatkan efektivitas penyaluran dana ZIS, Lazismu Sumsel menghadirkan pemateri khusus yaitu Manager Marketing Lazismu Jateng Kukus Tri Wijiyanto dan Manager Operasional Lazismu Jateng Samsudin.

“Kami hadirkan Lazismu Jateng karena Lazismu Jateng saat ini menjadi Lazismu Percontohan Nasional berkat keberhasilannya dalam manajemen tata kelola yang transparan, akuntabel, serta inovasi program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas,” tuturnya.

Dia berharap kehadiran rekan-rekan Lazismu Jateng mampu menularkan semangat best practice dan sistem manajemen yang solid, agar Lazismu di Sumsel bisa melompat lebih tinggi dalam melayani umat.

Selain itu, kehadiran perwakilan Lazismu Jateng sebagai pemateri menjadi magnet utama dalam acara ini.

Di mana keberhasilan Jateng dalam mengelola dana umat hingga mencapai angka ratusan miliaran rupiah dengan sistem yang rapi menjadi daya tarik yang memicu rasa penasaran peserta.

“Antusiasme ini terlihat dari banyaknya sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para peserta dari berbagai Kantor Daerah dan KL tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali strategi operasional, mulai dari cara mendekati muzakki besar hingga pengelolaan administrasi yang anti-ribet namun tetap akuntabel,” paparnya

Selama dua hari, kata dia, para peserta dibekali dengan materi strategis mulai dari sinkronisasi program nasional, kelembagaan, digitalisasi pelaporan keuangan, hingga teknik fundrising kreatif yang relevan dengan kondisi ekonomi terkini.

“Rakerwil ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum bagi Lazismu Sumsel untuk memperkuat kepercayaan publik melalui profesionalisme pengelolaan dana umat yang lebih modern dan berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Bumi Sriwijaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Lazismu Pusat Dr Erni Juliana Al Hasanah Nasution, SE., M.Ak., menambahkan Rakerwil Lazismu Sumsel merupakan bagian dari amanah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu yang sebelumnya digelar di Balikpapan.

Amanah tersebut menekankan pentingnya penguatan inovasi sosial melalui pengelolaan dana umat yang terintegrasi, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

“Lazismu harus hadir sebagai lembaga yang mampu mengintegrasikan dana umat, lembaga, dan jaringan. Program yang dijalankan tidak boleh reaktif semata, tetapi harus berbasis kebutuhan masyarakat dan menjawab persoalan jangka panjang,” jelasnya.

Dia menilai, tantangan sosial di Sumsel semakin kompleks. Karena itu, Lazismu Sumsel perlu memperkuat kolaborasi dengan majelis, lembaga, organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah, serta pemerintah daerah.

Dia berharap, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program-program Lazismu tidak berjalan sendiri, tetapi saling menguatkan dan memperluas dampak.

Dia menekankan bahwa paradigma program Lazismu ke depan harus berorientasi pada dampak (impact oriented).

Artinya, setiap program harus dirancang untuk menyentuh akar persoalan masyarakat, bukan hanya gejala permukaannya.

Program yang baik, menurutnya, adalah program yang mampu memberikan manfaat lintas generasi dan bertahan dalam jangka panjang.

“Lazismu tidak cukup hanya menyalurkan bantuan, tapi yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi yang berkelanjutan, yang mampu mengubah kondisi sosial dan ekonomi mereka secara bertahap dan bermartabat,” urainya.

Ditempat yang sama, Ketua PWM Sumsel Ridwan Hayatuddin menyampaikan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama Lazismu.

Menurut dia, warga Muhammadiyah telah lama dikenal sebagai pihak yang amanah dalam mengelola titipan umat. Warga Muhammadiyah sangat dipercaya saat diberikan amanah.

“Ini kekuatan besar yang harus terus dijaga dengan integritas dan profesionalisme. Saya mendorong seluruh pengelola Lazismu di Sumsel untuk memperluas jejaring dan memperkuat sinergi lintas sektor,” ulasanya.

Dia juga menilai, tantangan pengelolaan zakat kedepan menuntut cara pandang yang lebih terbuka dan kolaboratif. (ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *