Transparansi Penanganan Perkara Pemukulan Jurnalis Dikritisi, Koalisi Pers Sumsel Aksi Lanjutan 11 November

Usai menyampaikan pernyataan sikap, Koordinator Koalisi Pers Sumsel Ardhy Fitriansyah, didampingi Ketua AJI Palembang RM Resha A Usman, Pemred Sriwijaya Post - Tribun Sumsel Prawira Maulana, Ketua DK PWI Sumsel Oktaf Riady, Pengurus PWI Sumsel Anwar Rasuan, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, serta Pemred PalTV Firman Hidayat berfoto bersama/sriwijayamedia.com-ist

sriwijayamedia.com- Koalisi Pers Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menyampaikan pernyataan sikap menyikapi penanganan kasus pengeroyokan yang menimpa dua jurnalis dan mahasiswa di depan markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, pada Oktober 2026 lalu.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Koordinator Koalisi Pers Sumsel Ardhy Fitriansyah, didampingi Ketua AJI Palembang RM Resha A Usman, Pemred Sriwijaya Post – Tribun Sumsel Prawira Maulana, Ketua DK PWI Sumsel Oktaf Riady, Pengurus PWI Sumsel Anwar Rasuan, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, serta Pemred PalTV Firman Hidayat.

Bacaan Lainnya

Atas hasil pertemuan tertanggal 2 November 2026, Koalisi Pers Sumsel menyampaikan sejumlah poin tuntutan utama.

Pertama meminta transparansi pemeriksaan internal atau hasil pemeriksaan terhadap Irwasda Polda Sumsel.

Kedua, transparansi organisasi di Temoat Kejadian Perkara (TJP).

“Kami meminta transparansi hasil pemeriksaan terhadap dua organisasi yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung,” terang Ardhy.

Ketiga, lanjut dia, soroti keseriusan penanganan pelaku. Pihaknya menilai Polda Sumsel tidak serius atau terkesan “ulur-ulur waktu” (meredcard) dalam menangani kasus pengeroyokan dua jurnalis dan mahasiswa di depan Polda Sumsel, mengingat hingga saat ini belum ada konferensi pers resmi terkait penangkapan para pelaku.

Keempat, menyoroti penanganan korban penganiayaan oknum. Pihaknya mengkritisi penanganan kasus pemukulan yang dialami salah satu korban oleh oknum kepolisian yang juga dinilai tidak serius, padahal pelaku merupakan anggota Polda Sumsel sendiri.

Kelima pembentukan Tim Investigasi Independen.

“Kami meminta Dewan Pers dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) untuk segera membentuk tim investigasi terkait kasus pemukulan dua jurnalis di Palembang,” terangnya.

Terakhir, Koalisi Pers Sumsel menyatakan akan menggelar aksi massa lanjutan pada 11 November 2026 mendatang dengan mengerahkan jurnalis se-Sumsel.(jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *