sriwijayamedia.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH., menyalurkan bantuan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Tahun 2026 kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah yang beralamatkan di Lorong Perguruan Dalam RT 34, RW 12 Talang Bubuk Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Minggu (20/9/2026).
Selain KWT Barokah, penerima manfaat dari bantuan bibit ikan ini ialah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Fish Farm.
“Saya mendorong masyarakat jadi penghasil. Bantuan GSMP yang diserahkan berupa bibit ikan, pakan ikan, serta bibit berbagai jenis sayuran. Diharapkan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh anggota KWP Barokah,” kata Sekda Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan rumah, kata Selda, diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sehingga tidak selalu bergantung pada pasok ketersediaan di pasar.
Sekda menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina yang telah memberikan dukungan melalui bantuan untuk memperkuat pelaksanaan GSMP.
“Kepada anggota KWT Barokah, saya juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi kelompok dalam menjalankan kegiatan GSMP. Saya harap apa yang telah dilakukan KWT Barokah dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh yang kemudian ditularkan kepada masyarakat lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju Siti Fauzia menambahkan keterlibatan Kilang Plaju dalam program GSMP merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kami sangat menyambut penuh inisiatif GSMP yang diinisiasi Pemprov Sumsel,” paparnya.
Melalui sinergi penyaluran 10.000 bibit ikan patin beserta pakannya serta bibit tanaman kepada KWT Barokah ini, pihaknya berharap masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Plaju dapat semakin mandiri secara pangan, memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif, serta meningkatkan kualitas kesejahteraan keluarganya secara berkelanjutan.
“Seluruh paket bantuan ini dirancang untuk dapat dimanfaatkan, dibudidayakan, dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh para anggota KWT Barokah yang aktif sebagai penggerak lingkungan di wilayah tersebut, guna memenuhi kebutuhan pangan harian serta mendongkrak perekonomian keluarga secara mandiri,” jelasnya.(ton)









