sriwijayamedia.com- Gagas inovasi mandiri pangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH., meraih peringkat 2 Terbaik Nasional Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 67, gelaran Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
“Saya mencatatkan diri sebagai satu-satunya perwakilan pemerintah daerah (pemda) tingkat provinsi di Indonesia yang menembus jajaran lima peserta berprestasi istimewa. Dari total 43 peserta lintas Kementerian, Lembaga, dan Pemda, posisi empat besar lainnya ditempati oleh pejabat dari Kementerian Pusat,” ujar Sekda Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra.
Menurut dia, capaian ini diraih berkat keberhasilan proyek perubahan yang diusungnya, yakni “Transformasi Tata Kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Terintegrasi untuk memperkuat Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”.
Gagasan strategis ini, kata dia, berfokus pada penguatan tata kelola dan koordinasi lintas sektor dalam mengoreksi serta mengintegrasikan program ketahanan pangan daerah demi mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel.
Dia melanjutkan capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan seluruh elemen daerah.
“Capaian ini bukan semata prestasi pribadi, melainkan milik seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengimplementasikan gagasan perubahan dibidang pangan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di Sumsel,” paparnya.
Diketahui, PKN Tingkat I merupakan jenjang pelatihan kepemimpinan strategis bagi pejabat pimpinan tinggi madya guna melahirkan pemimpin bereputasi nasional, berintegritas, serta mampu menciptakan inovasi tata kelola pemerintahan.
Penilaian meliputi kompetensi kepemimpinan, kualitas dan dampak gagasan perubahan, hingga kepemimpinan etis selama masa pelatihan.
“Selama saya mengikuti PKN LAN RI ini tidak banyak kendala yang dihadapi. Setiap melakukan apa yang dikerjakan saya dahului dengan berdoa agar semua yang dikerjakan diridhoi dan dilancarkan untuk semua yang dikerjakan,” jelas Edward.
Dia menambahkan keberhasilan tentu tidak diukur dari sertifikat yang diterima.
Keberhasilan ini merupakan langkah awal untuk terus meningkatkan kompetensi, serta kemampuan dan kualitas pengetahuan yang dimiliki saat ini.
“Capaian ini tidak terlepas dari do’a orang-orang terdekat, terutama keluarga” imbuhnya.(ton)










