Saiful Chaniago Ingatkan Pemerintah Kurangi Perbudakan WNI di Luar Negeri

Wakil Ketua Umum DPP KNPI sekaligus Ketum PASPROBO Saiful Chaniago/sriwijayamedia.com-irawan

Sriwijayamedia.com- Wakil Ketua Umum DPP KNPI sekaligus Ketua Umum (Ketum) Pasukan Prabowo (PASPROBO) Saiful Chaniago mengapresiasi langkah Presiden Prabowo untuk meningkatkan kredibilitas bangsa Indonesia dalam kehidupan internasional lewat berbagai kerjasama yang telah disepakati dan dijalankan selama ini.

Menurut dia, harga diri Indonesia dihadapan dunia internasional tentunya selaras dengan jumlah perbudakan warga negara Indonesia yang saat ini masih sangat banyak bekerja pada kebutuhan rumah tangga banyak negara.

Bacaan Lainnya

Chaniago melanjutkan, pemerintah Indonesia sepatunya mengurangi jumlah perbudakan WNI demi mendapatkan nilai kredibilitas optimal dalam kehidupan internasional.

“Berdasar data SISKO P2MI per Desember 2025 bahwa jumlah pekerja migran Indonesia diluar negeri mencapai 286.422 orang, dan apabila ditambahkan dengan jumlah pekerja WNI yang tidak terdaftar berjumlah 5,2 juta orang. Lalu berdasar informasi yang kami himpun, jumlah pekerja WNI diluar negeri lebih banyak pada pekerjaan rumah tangga alias perbudakan. Nah oleh karenanya, kami mengingatkan pemerintah Indonesia untuk sepatutnya mengurangi jumlah perbudakan WNI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negeri asing, sebagai bentuk dukungan penguatan harga diri bangsa Indonesia dalam kehidupan internasional yang sedang dijalani Presiden Prabowo,” terang Pemimpin Pemuda Indonesia Saiful Chaniago, Rabu (4/2/2026).

Dia menjelaskan perbudakan WNI diluar negeri sering mendapatkan siskaan dan perlakuan tidak manusiawi.

Tentunya yang demikian sebagai masalah besar dan masalah serius yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh pemerintah Indonesia.

“Karena nilai perbudakan WNI diluar negeri semakin banyak dalam pantauan kami, dan perbudakan yang demikian itu tentu saja sangat merugikan harga diri bangsa Indonesia dalam pergaulan internasional. Maka pemerintah Indonesia harus secara serius untuk mengurangi jumlahnya. Bila perlu dipikirkan langkah terbaiknya untuk memastikan pekerjaan yang lebih terhormat di negerinya sendiri di Indonesia,” tegas Chaniago

Dia mendukung WNI yang bekerja diluar negeri pada perusahaan-perusahaan resmi sebagai bentuk kerja sama bilateral Indonesia dengan negara-negara lain.

Menurut Chaniago, terlepas dari pekerja WNI pada perusahaan resmi luar negeri, tentunya pekerja WNI pada pembantu rumah tangga sudah sepatutnya dievaluasi agar dikurangi jumlahnya.

Maka, pemerintah Indonesia lewat kementerian yang bertanggungjawab harus melakukan seleksi secara terpadu untuk memastikan langkah tersebut. Sehingga kemudian langkah tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam pergaulan internasional yang sedang diupayakan Presiden Prabowo.

Saiful Chaniago mengharapkan, tidak saja pada masalah perbudakan WNI diluar negeri yang harus mendapatkan perhatian serius, akan tetapi guna mewujudkan nilai kredibilitas optimal dalam pergaulan internasional tentunya semua stakeholder pemerintah Indonesia harus memastikan kualitas terbaik sebagai bentuk keniscayaan terhadap mendorong peningkatan harga diri bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya.

Menurut dia, semua komitmen terbaik Presiden Prabowo guna memastikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan dihargai bangsa lain, harus didukung oleh segenap bangsa Indonesia secara benar dan terukur.(irawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *