Sriwijayamedia.com- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumsel melakukan penandatanganan bersama dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Daerah (Musda) Silaturahmi Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJakon), di Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Senin (9/2/2026).
Kepala Disperkim Provinsi Sumsel Ir H Novian Aswardani, ST., MM., IPM., Asean.Eng., menyampaikan
apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada SBUJAKON atas peran aktif dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor jasa konstruksi di Provinsi Sumsel.
Diketahui, Perda No 2/2022 tentang Pembinaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi sebagai landasan dalam penyelenggaraan sub urusan jasa konstruksi di daerah menaungi dan mengatur 11 unsur masyarakat jasa konstruksi, yang di dalamnya termasuk Asosiasi Badan Usaha Jasa Konstruksi, salah satunya SBUJAKON Provinsi Sumsel, sebagai mitra strategis pemerintah daerah (pemda) dalam pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi.
Dalam konteks tersebut, SBUJAKON memiliki peran penting dalam menaungi badan usaha jasa konstruksi di provinsi Sumsel, serta berkontribusi dalam peningkatan profesionalisme, tata kelola usaha, dan kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kita juga tidak menutup mata terhadap tuntutan zaman dan kebutuhan pembangunan nasional yang semakin kompleks. Pembangunan sektor konstruksi ke depan harus selaras dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Nasional Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pembangunan berkelanjutan, kemandirian nasional, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta tata kelola pembangunan yang bersih, efektif, dan berkeadilan,” terangnya.
Hal tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sumsel periode 2025-2030 point 1 sampai dengan 4 yaitu mewujudkan masyarakat Sumsel yang berkualitas, sehat, cerdas, inovatif, produktif, berakhlak, berkeadilan dan berkeadaban melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan SDM yang berdaya saing, mewujudkan ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan berkelanjutan dalam kerangka ekonomi kerakyatan yang berkeadilan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Lalu mewujudkan keterkaitan (nexus) yang kuat antara ketahanan pangan, ketahanan energi dan kedaulatan air sebagai upaya mengatasi perubahan iklim ; meningkatkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi antara kabupaten/kota dan pelayanan dasar yang berkualitas dan ramah lingkungan.
Situasi jasa konstruksi nasional saat ini memang penuh tantangan. Tekanan terhadap efisiensi dan kualitas proyek semakin meningkat, sementara keterbatasan anggaran pembangunan menjadi hambatan yang nyata.
Di sisi lain, masih terdapat badan usaha jasa konstruksi yang belum sepenuhnya mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan inovasi teknologi yang kini menjadi kebutuhan mutlak.
Ketua SBUJakon Sumsel H Iskandar, SH., menambahkan tujuan dibentuknya SBUJakon ini untuk membenahi dan membina jasa konstruksi.
Dia berharap Pemprov Sumsel melalui Disperkim Sumsel, dapat terus bersinergi, bahu membahu membangun Provinsi Sumsel.
Sementara itu, Wakil Ketua I Dewan Pengurus Nasional SBUJakon Alex Purbaya, ST., MT., melanjutkan kendatipun SBUJakon belum lama berdiri, tapi pengurus sudah berpengalaman di jasa konstruksi.
“Mudah-mudahan SBUJakon akan berkembang di seluruh daerah di Indonesia. Mulai awal tahun ini, kita sudah berkeliling ke provinsi, kemarin kita ke Jambi, hari ini Kota Palembang Provinsi Sumsel. Bulan depan akan ke Riau,” paparnya.
Hal itu dilakukan supaya SBUJakon ini bisa berperan serta dalam pembangunan dan mengembangkan jasa kontruksi yang kompeten, propesional terhadap profesi seperti itu.
“Kalau tenaga ahli kebetulan kita juga sudah bekerjasama dengan banyak Lembaga Sertfikasi Profesi (LSP). Karena di LSP kita ini telah memenuhi semua jabatan kerja atau istilah jamkerwi kalau di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” bebernya.(ton)









