Sriwijayamedia.com- Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) di 17 kabupaten/kota yang ada di Sumsel secara resmi dikukuhkan, di Grand Ballroom Arya Duta Hotel Palembang, Rabu (12/6/2024).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PIM Lana T Koentjoro, disaksikan Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Sumsel Kurniawan Abadi, SE., MM., Wakil Ketua Umum V DPP PIM Lola Asryad, SH., Ketua DPD PIM Sumsel Hj Helen Ganefo, S.Keb., M.Kes., Sekretaris DPD PIM Sumsel Yurliniati, SE., dan lainnya.
Ketum DPP PIM Lana T Koentjoro menerangkan bahwa anggota PIM kini telah tersebar di 26 provinsi di Indonesia dan di beberapa negara seperti Hong Kong, Amerika, Prancis, dan London.
“Ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bisa bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” tuturnya
Dengan adanya pelantikan pengurus DPD PIM Sumsel, Lana berharap organisasi ini dapat lebih banyak bekerja sama dengan komunitas setempat dan organisasi lainnya.
“Mari kita harus bersatu untuk memajukan program penguatan perempuan di seluruh Sumsel. Seperti di idang pendidikan, kesehatan, ekonomi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), fashion, dan kuliner,” katanya.
Ketua DPD PIM Sumsel Hj Helen Ganefo, S.Keb., M.Kes., menambahkan dalam rencana kedepan, DPD PIM Sumsel akan menyelenggarakan Hari Kebaya Nasional pada Juli 2024.
Kegiatan ini akan melibatkan kerja sama dengan DPRD Sumsel dan Pemkot Palembang.
“Kami berharap bisa menggerakkan ibu-ibu di Sumsel untuk berkebaya secara nasional serta mendorong perempuan di Sumsel aktif dalam dunia politik,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Sumsel Kurniawan Abadi, SE., MM., mengucapkan selamat kepada pengurus DPD PIM Sumsel serta DPC PIM yang baru saja dilantik.
“Semoga apa yang telah diamanahkan kepada kepengurusan bisa dijalankan dan bermanfaat bagi organisasi PIM,” imbuhnya.
Dia pun berharap DPD PIM bukan sekedar membangun organisasi, namun dapat menjadi tempat upaya memperdayakan kaum perempuan.
“Sehingga tidak hanya mampu membangun ketahanan keluarganya, dan juga membangun bangsa, namun dengan tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu,” ungkapnya.(ton)









