Kenakan Pakaian Hitam, JSKK Peringati 28 Tahun Peristiwa Reformasi di Istana Negara

Dalam rangka memperingati 28 Tahun peristiwa Reformasi, JSKK menggelar aksi di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (21/5/2026)/sriwijayamedia.com-santi

sriwijayamedia.com- Dalam rangka memperingati 28 Tahun peristiwa Reformasi, Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dengan mengenakan pakaian dan membawa payung hitam, peringatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Aksi Kamisan yang rutin digelar setiap hari Kamis sejak tahun 2007 lalu.

“Aksi Kamisan dilaksanakan dengan menggunakan pakaian hitam dan payung warna hitam karena selain tanda berduka, hitam adalah simbol tanda cinta,” ujar Karsiyah, ibu dari Hermawan Sie, mahasiswa Universitas Trisakti, korban peristiwa Mei 98, disela-sela aksi.

Dalam pantauan disekitar lokasi aksi, sejumlah aktivis menggelar aksi happening art dengan membuat lukisan-lukisan sindiran terhadap berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi.

Selain itu replika makam korban reformasi. dengan prosesi tabur bunganya juga dibuat dilokasi aksi. Pentas panggung lagu-lagu bertema hak asasi manusia juga diselenggarakan.

Pada aksi kali ini, massa aksi menilai reformasi yang terjadi telah gagal membawa perubahan. Sehingga kata reformasi diplesetkan menjadi ‘reformati’ yang tertulis dalam properti aksi dan karangan bunga dukacita dari BEM UI.

Para tersangka pelaku yang selamat dari hukuman bahkan mendapatkan kedudukan yang tinggi dikancah politik nasional.

Selain kasus-kasus kekerasan yang terjadi ditahun 98, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk menangkap para pelaku peristiwa pelanggaran HAM.

Aksi Kamisan kali juga mendapat dukungan massa dari kelompok muslim yang tergabung dalam Hope of Palestine yang mendesak pemerintah untuk membantu pembebasan atau proses pemulangan para aktivis kemanusiaan kembali ketanah air. (santi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *