sriwijayamedia.com – Idrus Marham resmi didapuk sebagai Ketua Umum (Ketum) Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia.
Dalam forum yang baru terbentuk tersebut, para ketua dan sekretaris IKA PTKIN sepakat membentuk wadah bernama Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia, lengkap dengan susunan kepengurusan yang telah ditetapkan.
Idrus menyampaikan bahwa forum ini akan segera menjalankan berbagai program strategis.
Salah satu agenda utama adalah penyelenggaraan kegiatan bertajuk “Festival Dunia Baru Islam” yang direncanakan berlangsung pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
“Kita akan melakukan suatu kegiatan yang untuk sementara kita beri nama Festival Dunia Baru Islam, yaitu Islam dan Islam Indonesia merespon tantangan zaman baru,” ujar Idrus, kepada wartawan, usai acara Pembentukan Forum Nasional IKA PTKIN Se-Indonesia dan Pengukuhan Pengurus FKN IKA PTKIN, di Jakarta, Jumat, (24/4/2026).
Idrus menjelaskan, kegiatan tersebut akan diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pertemuan tokoh-tokoh Islam internasional, seminar nasional, hingga festival budaya Islam seperti kuliner dan busana muslim.
Para perwakilan negara-negara Islam, termasuk duta besar yang bertugas di Indonesia, juga direncanakan akan diundang.
“Di situ nanti ada pertemuan tokoh-tokoh Islam yang mengundang perwakilan dari negara-negara Islam, yang paling tidak duta-duta besar yang ada di Indonesia,” katanya.
Idrus menegaskan bahwa forum ini juga bertujuan melahirkan pemikiran konstruktif dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi peran umat Islam dalam memperkuat persatuan dan kemajuan Indonesia.
“Kita akan membicarakan bagaimana peran umat Islam dalam rangka untuk mengkonsolidasikan kekuatan keumatan dan kebangsaan untuk persatuan dan kemajuan Indonesia ke depan,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar yang hadir dalam pertemuan tersebut menilai momentum pembentukan forum ini sangat tepat di tengah dinamika global.
Menag menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi episentrum peradaban Islam dunia.
“Memperhatikan situasi global sekarang ini, sangat timely untuk mempersiapkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam akan datang,” imbuh Menag.
Menag menambahkan bahwa kondisi Indonesia yang stabil secara politik dan ekonomi menjadi modal penting dalam melahirkan pemikir-pemikir besar Islam.
Selain itu, karakter Islam Indonesia yang moderat dinilai menjadi keunggulan tersendiri di mata dunia internasional.
“Tawaran Islam Indonesia itu adalah Islam moderat. Tidak ada orang yang ragu dan tidak ada orang yang curiga kalau Islam itu berkembang di Indonesia, karena tidak akan pernah menjadi ancaman kepada siapapun,” jelasnya.
Forum ini juga akan memperkuat sinergi antara alumni dan perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah Kementerian Agama.
Selain itu, forum akan turut memberikan dukungan pemikiran terhadap kebijakan luar negeri pemerintah, khususnya terkait isu kemanusiaan global seperti konflik di Gaza dan kemerdekaan Palestina.
Idrus menegaskan bahwa forum akan menjadi wadah strategis dalam menyatukan gagasan alumni PTKIN di seluruh Indonesia.
“Kita betul-betul satu kesatuan karena antara alumni dengan kampus itu tidak bisa dipisah dan secara fungsional akan berpikir dan bersama-sama ke depan,” pungkasnya. (Adjie)









