Sekjen Kemenkeu Dilantik, Purbaya Ingatkan Hal Ini

Menkeu Purbaya melantik Sekjen baru Robert Leonard Marbun, di Aula Mezzanine Djuanda 1 Kantor Kemenkeu, Jalan Wahid Hasyim, Senen, Jakarta Pusat. Jum'at (27/3/2026)/sriwijayamedia.com-santi

sriwijayamedia.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya melantik Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru Robert Leonard Marbun, Jum’at (27/3/2026).

Acara pelantikan berlangsung di Aula Mezzanine Djuanda 1 Kantor Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Wahid Hasyim, Senen, Jakarta Pusat.

Acara pelantikan dihadiri pula oleh sekjen Kemenkeu terdahulu Heru Pambudi beserta pejabat tingkat madya lainnya.

Robert terpilih sebagai sekjen karena dinilai memiliki kualifikasi lengkap, mempunyai leadhersip dan pengalaman kerja yang cukup.

Sebagai sekjen baru, Menkeu berharap Robert dapat berperan sebagai integrator kepemimpinan, sehingga bisa bekerja cepat dan melakukan follow up dengan baik.

Didalam sambutan Menkeu Purbaya juga sempat mengingatkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini dan tugas utama jajaran Kemenkeu untuk menghadapinya.

Purbaya mengingatkan untuk mempertahankan kondisi perekonomian yang masih baik, terutama dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Perlu perhitungan cermat dalam mengeluarkan kebijakan yang tepat. Sebab kenaikan harga BBM akan mempengaruhi stabilitas ekonomi.

“Kita semua menghitung dengan baik, tidak bisa main-main dalam menghitung perkembangan ekonomi. Kemenkeu bukan menonton, kita berdiri dibelakang. Jadi kalau kita salah terus arah negeri ini akan terganggu,” ujar Purbaya.

Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Ia merupakan lulusan Universitas Padjajaran (Unpad).

Setelahnya menempuh pendidikan Saitama University dan Kobe University. Selama berkarir di Kemenkeu, Robert pernah menjabat sebagai Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Sulawesi pada 2023.

Dua tahun kemudian menjadi Direktur Kepabeanan Internasional. Pada 2018, ia diangkat menjadi staf ahli bidang kebijakan penerimaan negara. Sempat menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).(Santi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *