Tiga Poktan Hutan Raih Penghargaan, Gubernur Deru Beri Apresiasi

Gubernur Sumsel H Herman Deru (tengah), saat diwawancarai wartawan/sriwijayamedia.com-ton

Sriwijayamedia.com- Sebanyak tiga kelompok tani (poktan) hutan terbaik tingkat Provinsi Sumsel meraih penghargaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, di Ballroom Grand Atyasa Palembang, Selasa (9/12/2025).

Ketiga penerima penghargaan tersebut meliputi Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, meraih terbaik I dengan skor 895 dan mendapatkan piagam serta uang pembinaan senilai Rp25.000.000.

Bacaan Lainnya

Kedua LPHD Serunting Jaya, Desa Pulau Panggung Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim sebagai terbaik II dengan skor 780 dan mendapatkan piagam serta uang pembinaan senilai Rp15.000.000.

Terakhir LPHD Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin meraih terbaik III dengan skor 740 dan mendapatkan piagam dan uang pembinaan senilai Rp10.000.000.

“Ini butuh komitmen kuat bagi petani dalam mengelola keanekaragaman hayati atau tumbuhan. Mereka ini bisa menjadi motivator untuk mengajak sesama agar tak berhenti menjaga alam. Pastinya saya sangat mengapresiasi,” kata Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, SH., MM.

Deru mengingatkan semua untuk tidak lalai dalam menjaga lingkungan dan alam. Sebab, alam ini akan diwariskan ke generasi berikut.

“Mengeksploitasi sumber daya alam harus dengan cara yang sehat,” paparnya.

Deru mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang menjaga kehutanannya sehingga menjadi hutan produktif

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel H Koimudin, SH., MM., menambahkan selain memberikan penghargaan, pihaknya juga melaunching aplikasi Sistem Informasi Akses Lahan untuk Masyarakat (SI-ALAM), Sistem Informasi Perhutanan Sosial (SIHUTSOS), Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Kehutanan (SIPUH), Go Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (GoKUPS).

“SI-ALAM adalah aplikasi yang memberikan informasi lengkap mengenai peluang akses lahan, peta kawasan, status pengajuan dan persyaratan perizinan untuk membantu mempermudah masyarakat dalam penentuan skema dan pengurusan perizinan perhutanan sosial di Sumsel,” imbuhnya.

Keempat aplikasi ini bukan sekedar teknologi, tapi adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk memberikan akses legal yang adil kepada masyarakat, meningkatkan produktivitas kelompok tani hutan, memperkuat ekonomi desa, dan paling penting mengentaskan kemiskinan diwilayah sekitar hutan.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *