Hari Sumpah Pemuda, Ondofolo Kampung Kwadeware Distrik Waibu : Momentum Pengingat Perkuat Persatuan

Ondofolo Kampung Kwadeware Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura Nikson Marweri, menyerahkan bantuan berupa peralatan olahraga dan sembako kepada pemuda dan masyarakat, Rabu (28/10/2026)/sriwijayamedia.com-irawan

sriwijayamedia.com– Ondofolo Kampung Kwadeware Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura Nikson Marweri, menyerukan generasi muda agar menjauhi minuman keras (miras), pergaulan negatif, dan berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.

Ia menegaskan, pemuda harus menjadi penjaga kerukunan, menghormati orang tua, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan agama.

Seruan tegas tersebut disampaikan Nikson Marweri dalam kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026), di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu.

Dalam kegiatan itu, ia juga memberikan bantuan berupa peralatan olahraga dan sembako kepada pemuda dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan.

Nikson menegaskan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Momentum bersejarah tersebut harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk membangun karakter, memperkuat persatuan, dan berani meninggalkan kebiasaan buruk yang menghambat masa depan.

Menurut dia, pengaruh negatif, termasuk konsumsi miras dan pergaulan yang tidak sehat, dapat menyeret pemuda ke dalam persoalan hukum serta membawa dampak buruk bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Kalau kita mau senang-senang duluan, nanti susah-susah kemudian. Tetapi kalau kita bersusah-susah sekarang, nantinya kita bisa menikmati hasil yang baik,” tegasnya, di hadapan para pemuda dan masyarakat yang hadir.

Ia mengajak generasi muda menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga.

Masa muda, kata dia, harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, menjaga perilaku, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan, bukan dihabiskan untuk kegiatan yang merugikan diri sendiri.

Selain mengingatkan bahaya miras, Nikson menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Ia mengajak pemuda Kampung Kwadeware untuk membangun hubungan yang harmonis dengan teman-teman dari berbagai daerah, suku, dan agama, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Dia melanjutkan, perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan atau terpecah belah.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan menjaga kedamaian di Kabupaten Jayapura.

Ia juga mengingatkan bahwa pemuda harus memahami aturan serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan. Jangan sampai keputusan yang diambil hanya demi kesenangan sesaat justru menutup peluang untuk meraih cita-cita.

“Kalau kalian tahu hukum, berarti kalian juga harus tahu aturan. Dengarkan nasihat orang tua dan ajaran agama, karena semuanya itu untuk kebaikan dan masa depan kalian,” pesannya.

Nikson berharap para pemuda yang telah berkomitmen menjaga diri dan lingkungan benar-benar membuktikan janji tersebut melalui tindakan nyata.

Komitmen itu harus diwujudkan dengan menjauhi miras, menghindari kekerasan, menghormati sesama, serta aktif dalam kegiatan positif di kampung.

Dalam kesempatan itu, Nikson Marweri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur pemerintah, tokoh adat, pihak gereja, keluarga, dan masyarakat.

Ia menilai kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau orang tua, melainkan juga tanggung jawab lembaga adat, gereja, dan seluruh elemen masyarakat.

Bantuan peralatan olahraga diharapkan dapat mendorong pemuda mengembangkan bakat, membangun disiplin, serta memperkuat solidaritas melalui aktivitas yang sehat.

Sementara bantuan sembako menjadi bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat dan mempererat hubungan kekeluargaan.

“Kita semua ini keluarga, bukan orang lain. Karena itu, kita harus saling mendukung dan bersama-sama menyukseskan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Nikson berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi titik penguatan komitmen bagi generasi muda Kwadeware untuk menjaga persatuan, menghormati adat dan agama, serta berperan aktif dalam pembangunan kampung.

Baginya, pemuda yang kuat bukanlah mereka yang mengikuti pengaruh negatif, melainkan generasi yang mampu mengendalikan diri, menghargai perbedaan, menaati hukum, dan bertanggung jawab atas masa depannya sendiri.(irawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *