Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 Dorong Sinergi Nasional Perkuat Ekosistem Halal Indonesia

Menag RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA., bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan lainnya saat menghadiri Forum Ekonomi Regional Jawa 2026, di Auditorium UIN Sunan Kalijaga, Kamis (4/6/2026)/sriwijayamedia.com-ist

sriwijayamedia.com– Penguatan ekosistem halal menjadi salah satu agenda strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026, gelaran Kabar Grup Indonesia bersama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, di Auditorium UIN Sunan Kalijaga, Kamis (4/6/2026).

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, lembaga keuangan syariah, media, dan generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional sekaligus mempersiapkan implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026.

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 menghadirkan Menteri Agama (Menag) RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA., sebagai keynote speaker, serta sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, lembaga edukasi halal, dan sektor keuangan syariah.

Menag RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA., menegaskan bahwa ekonomi syariah kini berkembang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurut dia, penguatan ekosistem halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi produk, tetapi juga mencakup penguatan rantai nilai halal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan industri halal nasional secara menyeluruh.

Ia menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi berbagai pihak agar mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

“Indonesia juga harus punya culture right, mengartikulasikan kitab suci Al Quran itu karena Al Quran itu bukan hanya untuk orang Arab tetapi untuk Rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Nasaruddin juga menegaskan bahwa konsep halal harus dipahami sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang utuh.

“Di dalam Al Quran sebetulnya halal itu tidak hanya berdiri sendiri, tapi selalu harus di ekosistemnya itu tidak seperti yang disampaikan tadi, tetapi ekosistem halal itu Halalan Toyyiban dan Mubarah,” terangnya.

Halal Berkembang Menjadi Ekosistem Nilai dan Kepercayaan

CEO Kabar Grup Indonesia Upi Asmaradhana menyampaikan bahwa penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 merupakan bentuk kontribusi media dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional melalui ruang dialog yang produktif dan kolaboratif.

“Sebuah upaya yang kami lakukan sebagai wujud partisipasi media, wujud partisipasi masyarakat untuk memberi hal-hal yang bisa kita sumbangkan buat republik ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X diwakili Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad menegaskan bahwa halal saat ini telah berkembang menjadi bagian dari sistem kepercayaan dalam ekonomi modern.

Menurut dia, halal tidak lagi sekadar berkaitan dengan jaminan produk, tetapi juga mencerminkan nilai kejujuran, kualitas layanan, keberlanjutan usaha, dan tata kelola ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan demikian halal bergerak menjadi ekosistem nilai, ekosistem kepercayaan, dan ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi, konsumsi, inovasi, dan pembiayaan pariwisata industri kreatif hingga gaya hidup masyarakat,” paparnya.

Dia juga menilai forum semacam ini penting sebagai ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi syariah Indonesia ke depan.

Perguruan Tinggi Perkuat Fondasi Pengembangan Ekonomi Syariah

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa ekonomi syariah dapat menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun ketahanan ekonomi bangsa.

Menurut dia, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari regulasi, sertifikasi, pembiayaan, riset dan inovasi, penguatan rantai pasok, hingga pengembangan SDM.

Ia menilai ekosistem yang kuat akan membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar nasional maupun global.

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memaparkan pengalaman Jatim dalam membangun ekosistem halal yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Menurut Khofifah, pengembangan ekosistem halal membutuhkan komitmen jangka panjang, penguatan SDM, literasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah memastikan rantai produksi pangan halal berjalan secara menyeluruh, termasuk melalui sertifikasi rumah potong hewan dan rumah potong unggas.

“Dari nol Rumah Potong Hewan (RPH) Halal, sekarang semua RPH di Jawa Timur sekarnag sudah halal. Setelah itu kita masuk pada Rumah Potong Unggas (RPU) dari nol sekarang semua RPU sudah halal,” lanjutnya.

Khofifah melanjutkan prinsip halal harus diterapkan dalam seluruh proses produksi agar masyarakat memperoleh jaminan terhadap produk yang dikonsumsi.

“Jadi, apa yang sebetulnya dikonsumsi masyarakat pastikan bahwa sumbernya halal, prosesnya halal, dan endingnya juga halal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi produk atau sektor keuangan syariah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga media.

Khofifah juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) sebagai bagian dari penguatan rantai pasok produk halal.

Menurut dia, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan perkembangan capaian Jatim dalam ajang Adinata Syariah.

Pada 2022, Jatim memperoleh tiga kategori penghargaan, meningkat menjadi enam kategori pada 2023, delapan kategori pada 2024, dan sepuluh kategori pada 2025.

“Apa yang kami lakukan adalah bagian dari pengalaman yang kami coba lakukan di Jatim dengan berbagai ikhtiar, sinergi, kolaborasi, pengembangan-pengembangan yang kami lakukan. Mudah-mudahan manfaat barokah,” pungkasnya.

Kesiapan Menuju Wajib Halal Oktober 2026 Jadi Sorotan

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 juga mengangkat pembahasan mengenai kesiapan Indonesia menghadapi implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026.

Diskusi panel menghadirkan berbagai perspektif dari dunia usaha, akademisi, lembaga edukasi halal, hingga sektor keuangan syariah.

Director of Commerce Corp Strategy IT & Ops Support PT Ethos Kreatif Indonesia Andik Duana Putra membahas tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha dalam menghadapi implementasi wajib halal.

Sementara itu, Managing Director Yayasan Edukasi Halal Indonesia (YEHI) Roy Renwarin menyoroti pentingnya penguatan literasi dan edukasi halal yang berkelanjutan agar masyarakat dan pelaku usaha semakin memahami pentingnya ekosistem halal secara menyeluruh.

Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr Imelda Fajriati, M.Si., menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan SDM, literasi halal, serta riset dan inovasi.

Dari sektor keuangan syariah, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Yogyakarta Muhamad Syafiudin menjelaskan pentingnya dukungan pembiayaan, peningkatan literasi keuangan syariah, serta digitalisasi dalam memperkuat ekosistem halal nasional.

HALAL TALK 2026 Diluncurkan sebagai Program Edukasi Berkelanjutan

Sebagai tindak lanjut Forum Ekonomi Regional Jawa 2026, YEHI bersama Kabar Jawa meluncurkan program HALAL TALK 2026.

Program ini akan diselenggarakan secara rutin setiap minggu hingga Desember 2026 sebagai ruang edukasi, kolaborasi, dan diskusi berkelanjutan mengenai pengembangan ekonomi syariah dan ekosistem halal Indonesia.

HALAL TALK 2026 akan menghadirkan regulator, akademisi, pelaku usaha, komunitas, praktisi industri halal, dan sektor keuangan syariah untuk membahas berbagai isu strategis mulai dari sertifikasi halal, penguatan UMKM, industri halal, ekonomi syariah, hingga implementasi kebijakan wajib halal Oktober 2026.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas literasi halal di masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum Ekonomi Regional Terus Diperluas ke Berbagai Wilayah Indonesia

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 merupakan bagian dari rangkaian Forum Ekonomi Regional yang diinisiasi oleh Kabar Grup Indonesia sejak 2025.

Sebelumnya, forum serupa telah diselenggarakan di Jakarta untuk region Jabodetabek, Makassar untuk region Indonesia Timur, Pontianak untuk region Kalimantan, dan Palembang untuk region Sumatera.

Penyelenggaraan forum di berbagai wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang dialog strategis mengenai pembangunan ekonomi nasional, penguatan ekonomi syariah, dan pengembangan industri halal di Indonesia.

Didukung Mitra Strategis Pengembangan Ekonomi Syariah

Penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 mendapat dukungan dari Yayasan Amal Bunda, PT Ethos Kreatif Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. PT KAI, PT KGI, B57+ dan UIN Sunan Kalijaga. KabarBursa official FER dan KabarJawa selaku panitia lokal bersama Generasi Digital Indonesia

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi nasional dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi implementasi wajib halal Oktober 2026 sekaligus mempercepat pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *