sriwijayamedia.com– Aktivis Pemuda Kabupaten PALI Edo Saputra menilai penahanan Wakil Bupati (Wabup) PALI Iwan Tuaji, bukan sekadar persoalan hukum individu, melainkan telah berkembang menjadi krisis kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI.
Menurut Edo, publik saat ini tidak hanya mempertanyakan status hukum Wabup, tetapi juga mempertanyakan arah kepemimpinan daerah di tengah situasi yang semakin tidak menentu.
“Ketika salah satu pucuk pimpinan daerah tersandung persoalan hukum dan pemerintah tidak segera memberikan kepastian kepada masyarakat, maka yang terjadi adalah krisis kepercayaan. Rakyat mulai bertanya siapa yang benar-benar mengendalikan jalannya pemerintahan hari ini,” ujar Edo, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai bahwa masyarakat membutuhkan kepastian mengenai keberlangsungan program pembangunan, pelayanan publik, serta stabilitas birokrasi pasca penahanan Wabup.
“PALI tidak boleh menjadi daerah yang berjalan dengan autopilot. Kepala daerah harus hadir, memberikan kepastian, dan menunjukkan bahwa pemerintahan tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi ujian besar,” imbuhnya.
Edo menegaskan bahwa kepemimpinan sejati diuji bukan ketika situasi aman, melainkan ketika daerah sedang menghadapi persoalan besar yang menyita perhatian publik.
“Rakyat membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab kegelisahan masyarakat, bukan membiarkan ruang publik dipenuhi spekulasi dan asumsi,” jelasnya.(rel)










