Mudik Gratis IKPM Sumsel–DIY 2026 : Dari Perantauan Kembali ke Kampung Halaman

Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa di Balai Sriwijaya Yogyakarta, tatkala IKPM Sumsel–DIY melepas keberangkatan program Mudik Gratis Antar Provinsi Yogyakarta–Sumsel//sriwijayamedia.com-ist

sriwijayamedia.com- Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa di Balai Sriwijaya Yogyakarta, tatkala Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumsel–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melepas keberangkatan program Mudik Gratis Antar Provinsi Yogyakarta–Sumsel.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara IKPM Sumsel–DIY dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa perantauan yang ingin kembali merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum (Ketum) IKPM Sumsel–DIY Thomas Antoni, menyampaikan bahwa program ini diikuti oleh sekitar 100 peserta mudik beserta panitia yang turut mendampingi perjalanan.

Namun di balik antusiasme tersebut, masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan kesempatan karena keterbatasan kuota.

“Antusiasme teman-teman mahasiswa sangat luar biasa. Banyak yang ingin ikut, namun belum semua bisa terakomodasi. Harapan kami ke depan ada penambahan kuota agar lebih banyak lagi mahasiswa Sumsel di Yogyakarta yang dapat merasakan manfaat program ini,” ungkap Thomas Antoni, Sabtu (14/3/2026).

Bagi IKPM Sumsel–DIY, kata dia, mudik bukan sekadar perjalanan pulang menuju kampung halaman.

Lebih dari itu, mudik adalah momentum mempererat tali persaudaraan sesama mahasiswa Sumsel di perantauan serta memperkuat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat di daerah asal.

Di tengah kesibukan menuntut ilmu jauh dari rumah, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa ikatan kekeluargaan tetap menjadi fondasi utama yang menyatukan mereka.

“Mudik Lebaran telah menjadi budaya masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sumsel. Tradisi ini bukan hanya perjalanan fisik dari kota ke kampung halaman, tetapi juga perjalanan batin untuk kembali pada nilai-nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur,” papar Thomas.

Dalam makna yang lebih dalam, mudik juga mencerminkan proses kembali pada fitrah setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Bagi mahasiswa, semangat mudik dapat dimaknai sebagai titik awal untuk kembali dengan energi baru, membawa semangat perubahan, kontribusi nyata bagi masyarakat, serta tanggung jawab moral terhadap organisasi dan almamater.

Thomas Antoni juga menegaskan bahwa seluruh peserta mudik hari ini merupakan bagian dari generasi penerus yang kelak akan melanjutkan estafet kepengurusan dan perjuangan IKPM Sumsel–DIY secara berkelanjutan.

Apresiasi juga datang dari Persatuan Nasional Alumni IKPM Sumsel Yogyakarta, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemprov Sumsel atas dukungan dan fasilitas Mudik Gratis bagi mahasiswa Sumsel di Yogyakarta.

PNA IKPM Sumsel juga memberikan penghargaan kepada IKPM Sumsel–DIY yang telah mengorganisir program ini dengan baik sehingga kegiatan Mudik Gratis 2026 dapat terlaksana secara tertib dan penuh kebersamaan.

“Teriring doa kami membersamai perjalanan mudik bareng IKPM Sumsel–Yogyakarta 2026. Semoga perjalanan ini berjalan lancar, aman, dan seluruh peserta dapat sampai ke tujuan dengan selamat,” ulas perwakilan PNA IKPM Sumsel.

Program mudik ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan pemerintah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan tetap tumbuh mengingatkan bahwa sejauh apa pun langkah merantau, selalu ada jalan pulang yang mempertemukan kembali dengan keluarga, tradisi, dan harapan baru bagi masa depan Sumsel.(jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *