sriwijayamedia.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH., secara resmi membuka Operasi Pasar Murah (OPM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel, bertempat di halaman kantor Gubernur Sumsel, Rabu (11/3/2026).
Turut hadir didalam kegiatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumsel Hj Desy Kasnayati Edward, serta para kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
Sekda Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH., menegaskan pelaksanaan OPM ini inisiasi Pemprov Sumsel bekerja sama dengan stakeholder terkait, dan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) jelang ramadhan 1447 Hiriyah/2026.
“Setiap memasuki bulan suci Ramadan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok meningkat cukup siginifikan. Kondisi ini kerap mendorong terjadinya fluktuasi harga serta daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel melalui TPID didukung oleh Bank Indonesia (BI), BUMN, BUMD, serta perangkat daerah terkait melaksanakan OPM ini sebagai langkah konkrit untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Sekda.
Menurut Sekda, OPM ini bukan hanya sekedar kegiatan rutin, melainkan merupakan wujud nyata komitmen pemprov dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Pemprov Sumsel juga ingin memastikan bahwa seluruh warga Sumsel dapat menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, aman, dan penuh keberkahan.
Sekda berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus menjadi penguat kebersamaan dalam menjaga kesejahteraan dan ketahanan pangan di Sumsel.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mensukseskan OPM ini. Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, BUMD, BPMD serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan didaerah kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumsel dan Babel Mersi Windrayani, menambahkan bahwa hadirnya Perum Bulog dalam kegiatan OPM ini untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Melalui kegiatan OPM ini, kata dia, di 2 titik lokasi, pihaknya menyediakan beras dengan harga yang terjangkau sebanyak 8 (delapan) ton.
Jika beras tersebut habis terjual sebelum waktu yang ditentukan karena antusias masyarakat, pihaknya akan ambil lagi digudang.
“Kami siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi stok beras di gudang Perum Bulog Sumsel Babel saat ini cukup banyak, lebih kurang 85 ribu ton,” akunya.
Untuk ketersediaan beras di wilayah Sumsel dan Babel, masyarakat tidak perlu panic buying, karena stok beras kita cukup banyak.
Dia menyebut harga beras yang dijual dalam OPM ini, satu karungnya dengan berat 5 kilogram seharga Rp 56 ribu. Setiap orang hanya boleh membeli sebanyak 10 kilogram.
“Masyarakat jangan khawatir tidak mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Karena setiap hari kita akan melaksanakan OPM di titik lokasi yang ditentukan dan kami akan selalu hadir,” paparnya.(ton)










