Astra Motor Sumsel Bagikan Tips Berkendara Aman Jelang Berbuka Puasa

Situasi dan kondisi arus lalu lintas jelang berbuka puasa di Kota Palembang/sriwijayamedia.com-ton

Sriwijayamedia.com- Memasuki bulan Ramadhan, aktivitas masyarakat di sore hari menjelang waktu berbuka puasa cenderung meningkat.

Kondisi lalu lintas yang padat, ditambah kondisi fisik yang mulai lemas setelah seharian berpuasa, menjadi kombinasi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, Astra Motor Sumatera Selatan (Sumsel) melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, sebagai pengingat pentingnya menjaga konsentrasi dan keselamatan saat berkendara menjelang waktu berbuka.

Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel Fathan Nayoda membagikan tips cari aman jelang berbuka.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat beberapa kebiasaan pengendara yang kerap terjadi di sore hari. Seperti membuka visor helm karena merasa gerah dan lemas, menarik gas secara mendadak saat lampu berubah hijau, hingga melakukan pengereman mendadak karena kendaraan di depan tiba-tiba berhenti.

Tak jarang pula pengendara tetap melaju sambil mencari takjil atau mulai kehilangan kesabaran karena ingin segera sampai tujuan.

“Disini saya ingin menjelaskan bahwa kondisi fisik yang menurun saat berpuasa memang dapat mempengaruhi fokus dan refleks pengendara. Menjelang berbuka, konsentrasi biasanya mulai menurun. Karena itu, penting bagi pengendara untuk lebih tenang dan tidak terburu-buru. Jangan sampai karena ingin cepat sampai rumah atau membeli takjil, justru mengabaikan keselamatan,” kata Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel Fathan Nayoda, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, prinsipnya sederhana yakni puasa lancar, pulang ke rumah aman.

Untuk itu, Astra Motor Sumsel membagikan beberapa tips berkendara aman di sore hari menjelang maghrib.

Pertama, jangan ikut-ikutan menarik gas mendadak saat lampu berubah hijau, hindari langsung menarik gas penuh. Tunggu 2 – 3 detik dan pastikan kondisi kanan-kiri aman karena masih ada kemungkinan pengendara lain menerobos lampu merah.

Kedua, hindari ego selip-selip di jalan, jika ruang jalan sempit, jangan memaksakan diri untuk masuk.

Berkendara dengan sabar lebih aman dibanding mengambil risiko demi beberapa menit lebih cepat.

“Ketiga gunakan rem depan dan belakang secara seimbang kondisi lalu lintas yang macet dan stop-and-go mengharuskan pengendara lebih bijak dalam pengereman,” terangnya

Lalu, gunakan kedua rem secara seimbang untuk menjaga stabilitas motor.

Fokus ke jalan, bukan ke jam, hindari kebiasaan melihat jam atau ponsel saat berkendara karena sudah mendekati waktu berbuka.

Jika memang perlu berhenti, lebih baik menepi di tempat yang aman seperti minimarket atau masjid terdekat.

Jangan paksakan diri jika lemas, jika tubuh mulai terasa lemas atau kepala ringan, sebaiknya menepi sejenak dan beristirahat.

“Keselamatan jauh lebih penting daripada tergesa-gesa. Hindari jalur lawan arah, dimana menjelang sore, sering ditemukan pengendara yang membuka jalur sendiri dengan melawan arus,” urainya.

Dia melanjutkan, tindakan ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Tetap nyalakan lampu utama cahaya mulai redup menjelang maghrib.

Pastikan lampu kendaraan tetap menyala agar motor terlihat jelas oleh pengendara lain.

Astra Motor Sumsel berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat lebih sadar bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama.

“Momentum Ramadhan seharusnya menjadi ajang melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan raya. Dengan semangat #Cari_Aman, Astra Motor Sumsel mengajak seluruh pengguna sepeda motor untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, agar ibadah puasa tetap lancar dan semua dapat kembali ke rumah dengan selamat bersama keluarga,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *