Tragis, Istri di OKI Tusuk Suami Belasan Kali Hingga Tewas

Usai menusuk sang suami belasan kali hingga tewas, pelaku Deka (28) diamankan warga/sriwijayamedia.com-ist

sriwijayamedia.com- Warga di Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Sumsel mendadak gempar.

Pasalnya, Anton (32), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berdinas di Inspektorat OKI tewas bersimbah darah dengan pisau masih tertancap di dadanya.

Insiden penusukan yang diduga kuat dilakukan sang istri Deka (28), terjadi di halaman Masjid At Takwa, tepatnya di belakang Kantor PMD OKI, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.28Wib.

Informasi yang dihimpun di lapangan, saat tengah bekerja, korban Anton didatangi sang istri dengan membawa anaknya yang masih bayi, ditemani kakak ipar korban (perempuan).

Entah siapa yang memulai duluan, terjadinya cekcok diantara keduanya. Pelaku naik pitam hingga menghunuskan pisau hingga belasan kali ke tubuh korban.

Bahkan, anaknya yang tengah digendong ayahnya juga mengalami luka sayat pada jari tangan.

Tak ayal, korban Anton tumbang bersimbang darah dengan pisau masih menancap di dadanya.

Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, nyawa korban tak tertolong.

Sementara pelaku yang masih berada di lokasi kejadian diamankan di Kantor Inspektorat OKI.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto melalui Kasat Reskrim Polres OKI AKP M Raka Dwi Darma mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika pelaku datang ke Kantor Inspektorat dan menemui korban.

Pertemuan itu disebut berkaitan dengan permintaan untuk membantu membiayai pengobatan anak pelaku. Namun, pertemuan tersebut berakhir perselisihan.

“Pelaku mengambil pisau yang dibawanya dari dalam tas dan menyerang korban. Korban mengalami sejumlah luka tusuk hingga akhirnya terjatuh dan meninggal dunia. Sementara pelaku dan barang bukti telah diamankan,” terang Kasat.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengungkap motif di balik insiden penusukan hingga korban meninggal dunia.

“Kita mengamankan sebilah pisau sepanjang 30 sentimeter serta pakaian korban sebagai barang bukti. Proses penyidikan akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pembuktian dan pemeriksaan para saksi,” jelasnya.(jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *