sriwijayamedia.com- Sejumlah aliansi kepemudaan Kristen dan Katolik Minggu (12/4/2026) malam mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan isi ceramah mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang diduga mengandung unsur kekerasan dan SARA.
Sebelum melakukan pelaporan resmi, perwakilan dari para pengurus aliansi-aliansi keagamaan Kristen Protestan dan Katolik terlebih dahulu melakukan konsolidasi di Sekretarariat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) pada sore harinya.
Usai melapor ke Polda Metro Jaya, Ketua GAMKI Sahat Martin Sinurat menjelaskan bahwa kedatangan GAMKI mewakili 19 organisasi keagamaan dan masyarakat untuk melaporkan konten ceramah JK yang memuat tentang kekerasan dengan pasal 243, 264, 300 dan 301 UU No 1/2003 tentang tindak pidana penistaan agama.
“Apa yang disampaikan oleh JK dalam ceramah tidak sesuai dengan ajaran Kristen dan menyakiti hati umat Kristen. Dengan pelaporan ini, diharapkan kegaduhan yang terjadi bisa lebih terarah dan diselesaikan secara hukum”, ujar Sahat.
Ditempat sama, Ketua Pemuda Katolik Stevanus Gusma juga menjelaskan GAMKI mewakili Kristen Protestan dan Pemuda Katolik menemukan kegaduhan dari isi ceramah, yaitu orang yang mematikan orang lain yang berbeda agama itu sahid dan masuk surga.
Padahal ajaran itu tidak ada baik dalam Kristen maupun Katolik. Bahkan, kata Gusma, dalam paskah, Tuhan Yesus wafat di salib rela mengorbankan dirinya untuk menebus dosa manusia. Itu sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan JK dalam ceramahnya di Masjid Universitas Gajah Mada (UGM).
“Kita melapor segera supaya situasi lebih terkontrol oleh aparat penegak hukum dan tidak meluas karena komentar-komentar netizen yang bermunculan sudah saling hujat,” jelas Stevanus.
Ia juga berharap sebagai tokoh bangsa, JK segera merespon hal ini dengan baik. Paling tidak memberikan permintaan maaf secara terbuka dan mengklarifikasi semua karena ini bagian dari pembelajaran bersama, seyogyanya masyarakat dapat memperkuat literasi kebangsaan, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, dengan toleransi dan gotong royong.
Ketua Aliansi Aksi Pemuda Indonesia Ghorga Donny Manurung, dihari yang sama turut mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan hal serupa.
Donny menegaskan bahwa dalam ajaran kristen adalah kasih. Bahkan musuh pun harus dikasihi. Karena itu umat Kristen tersinggung dikatakan memiliki ajaran jika membunuh orang beragama islam mati sahid.
“Dalam ajaran kami adalah kasih. Bahkan musuhpun harus kami kasihi. Ucapan seperti itu (didalam ceramah JK) untuk apa atau ada maksud lain?. Apalagi sekelas JK yang adalah seorang bangsawan,” tutur Donny.
Dari Aliansi Aksi Pemuda Indonesia (AAPI) juga ingin JK menyampaikan permintaan maafnya kepada publik, khususnya umat Kristen.
“Kami hanya ingin Bapak JK meminta maaf kepada publik, khususnya umat Kristen di Indonesia agar hal ini tidak meluas kemana-mana karena kita tahu sejarah negara ini cukup kelam dalam hal SARA,” ungkap Donny, Minggu (12/4/2026).
Terkait video mantan Wapres JK yang menimbulkan polemik dikalangan umat Kristen dan Katolik adalah video berisikan ceramah JK di kampus UGM pada 6 Maret 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H.
Dalam ceramah berjudul “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar”, didalamnya JK sempat menuturkan bahwa dalam konflik antar agama di Ambon sulit diakhiri karena kedua agama yang berkonflik (Islam dan Kristen) sama-sama memiliki pemikiran bahwa menewaskan orang atau tewas akibat berseteru dengan umat agama lain adalah mati sahid.
Video berdurasi sekitar 43 menit tersebar luas melalui berbagai akun sosmed. (santi)









