sriwijayamedia.com- Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, SH., MM., dengan didampingi para Organisasi menghadiri salat Jum’at sekaligus meresmikan pusat oleh-oleh Palembang, Kampung Wakaf Palembang, kawasan wisata religi Masjid Kiai Muara Ogan Kertapati Palembang, Jum’at (13/3/2026).
Peresmian ditandai penandatanganan batu prasasti dan pemotongan pita tanda dibukanya kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Ketua Umum (Ketum) Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat Dewan Pembina Yayasan Masjid Kiai Muara Ogan Mgs Ahmad Fauzi, S.Pd., MM., CMC., Ketua Lembaga Badan Wakaf Indonesia Sumsel Ustad KH Mgs Ahmad Fauzan Yayan, AQ., CMC., Ketum Badan Wakaf Indonesia Pusat Dr KH Agus Priyatno, dan lainnya.
Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, SH., MM., menegaskan tempat ini menjadi sebagai kawasan wisata religi.
“Circle ini nanti tetap berpedoman dengan syariah, sebagai wahana kita untuk meliterasi masyarakat. Marketnya Syar’i di Sumsel ini hanya 8 persen,” ujarnya.
Sebagai pelengkap, tempat ini menjadi pusat oleh-oleh khas Palembang.
Deru mengaku sangat bersyukur dapat menghadri kegiatan yang sangat mulia ini, karena bertujuan mengembangkan kawasan religi sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui konsep wakaf
Ketua Lembaga Badan Wakaf Indonesia Sumsel Ustad KH Mgs Ahmad Fauzan Yayan, SQ., CMC., menambahkan kampung wakaf merupakan satu kawasan wisata religi yang berbasis lahan wakaf peninggalan Kiai Muara Ogan.
“Jadi Kiai Muara Ogan itu dahulunya adalah seorang ulama plus saudagar. Jadi kita melalui Masjid Kiai Muara Ogan ini, karena sudah ada magnetnya orang peziarah dan trafiknya semakin hari semakin meningkat. Makanya dari wakaf itu akan membangkitkan ekonomi umat, melalui pemberdayaan masyarakat yang ada disekitar ini,” terangnya.
Nantinya, melalui program kerja sama Bank Indonesia (BI) akan ada program “KHAS” yakni kuliner halal aman dan sehat dengan nanti disupport oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah.(ton)










