Baturaja, Sriwijaya Media – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menetapkan status siaga bencana. Hal ini menyikapi informasi dari BMKG jika bakal masih ada kemungkinan turun hujan deras di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang.
Untuk itu, BPBD OKU mengimbau kepada warga tetap waspada bencana banjir. Pasalnya jika benar informasi BMKG terjadi, maka risiko peristiwa banjir bisa saja terulang kembali di Kabupaten OKU.
Kepala BPBD OKU Amzar Kristopa menjelaskan, daerah yang menjadi rawan bencana banjir antara lain, Kecamatan Muara Jaya, Lubuk Batang dan sebagian di wilayah Kecamatan Baturaja Timur.
“Kita saat ini sudah menyiagakan lima posko di kecamatan rawan bencana dan satu posko bencana di kabupaten,” ujarnya.
Amzar mengingatkan sepanjang bulan Oktober 2021 ini, BPBD OKU mencatat ada dua peristiwa bencana banjir besar yang terjadi. Peristiwa ini dampak meluapnya Sungai Ogan pasca turunnya hujan lebat.
“Peristiwa banjir ini terjadi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Muara Jaya, Lubuk Batang dan sebagian lagi di wilayah Kecamatan Baturaja Timur,” tuturnya.
Banjir yang sempat merendam ratusan rumah di pemukiman warga tersebut, lanjut dia, menimbulkan dampak kerugian cukup besar.
Jika ditotal secara keseluruhan kerugian akibat banjir mencapai Rp3 miliar.
“Dampak terbesar terjadi di wilayah Ulu Baturaja, seperti Kecamatan Muara Jaya dan Ulu Ogan. Tercatat lima jembatan gantung yang merupakan akses jalan warga roboh. Satu lagi fasilitas umum mengalami kerusakan yakni jembatan permanen di Kecamatan Ulu Ogan.
“Jembatan ini roboh dan tidak bisa dilintasi lagi oleh warga setempat,” jelasnya.(rws)









