Oleh :
Ardi Muthahir Bin Bustomi Muthahir, Akademisi Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (Unsri)
Hutan tidak pernah meminta dibakar. Diam-diam menyimpan hujan, mengajarkan akar kepada tanah tentang bertahan tanpa merampas.
Datang tangan-tangan yang mengenal hutan sebagai angka pohon sebagai harga, dan tanah sebagai peta yang harus ditaklukkan.
Api dinyalakan untuk membuka lahan
keuntungan dikejar, sementara akibatnya dilemparkan kepada semua orang.
Pagi datang tanpa cahaya
Langit tertutup asap
Udara yang seharusnya menjadi hak
Berubah menjadi racun
Hutan bukan sekadar kayu
Ia adalah napas yang dipinjamkan bumi
kepada manusia.
Wahai mereka yang menyalakan api,
Ingatlah….
Bumi mungkin tidak memiliki mulut
untuk mengutuk
Hutan mungkin tidak memiliki tangan
untuk menuntut
Tetapi hukum kehidupan tidak pernah benar-benar tidur.









