Wansus : Perspektif Gen Z Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Sinta Suryani/sriwijayamedia.com-santi

sriwijayamedia.com- Tepat 20 Oktober 2026, pemerintahan dimasa kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka genap dua tahun, terhitung sejak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) pada 20 Oktober 2024 lalu.

Banyak program yang ditawarkan oleh pemerintah kepada generasi muda (gen Z), mulai dari pembukaan lapangan kerja, pelatihan dan pendidikan gratis, hingga bantuan modal usaha.

Bacaan Lainnya

Seperti apa program, realisasi kebijakan dan evaluasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, jika dikorelasikan dengan ‘bulan kepemudaan’ pada Oktober nanti.

Berikut kutipan wawancara khusus (wansus) reporter sriwijayamedia.com MD Santi dengan salah seorang selegram muda asal Depok, Sinta (22), jelang 2 tahun kepemimpinan pemerintahan Prabowo-Gibran, di kawasan Cinere, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (21/9/2026).

– Mewakili kalangan Gen Z, bagaimana penilaian anda atas kondisi bangsa saat ini, khususnya jelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ? 

‎Dilihat dari program-program dan visi pemerintah, saya menilai program yang dijalankan memang pro kerakyatan. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR) dan pembangunan  infratruktur lainnya seperti pembangunan 2.000 jembatan yang sudah dilakukan.

Semua yang dilakukan itu sesuai dengan visi misi Prabowo-Gibran agar generasi muda saat ini bisa lebih maju.

‎- Bagaimana perspektif anda melihat kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran? 

‎Kondisi kemajuan bangsa saat ini banyak didukung oleh kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah itu sendiri. Generasi muda kini sangat diharapkan bisa lebih maju seiring dengan perkembangan ekonomi dan pembangunan.

‎Secara politik dan ekonomi sudah banyak hal yang dijalankan. Di bidang perekonomian saja, kendati situasi global saat ini penuh ketidakstabilan, nyatanya kita masih bisa stabil. Bahkan  pertumbuhan ekonomi kita berada di persentase 5,6 persen, dari target yang ditetapkan pemerintah di persentase 8 persen.

Bayangkan saja dalam situasi saat ini, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pertalite masih stabil di angka Rp10.000.

Artinya kondisi bangsa kita masih relatif stabil. Sayangnya publik melihat justru Presiden Prabowo terkesan acuh tak acuh dengan kondisi masyarakat. Padahal ada ‘prabowonomics’ yang melihat dampak dari situasi ekonomi saat ini yang baru dirasakan pada keesokan harinya atau dimasa mendatang (long term).

‎Birokrasi di kepemerintahan Prabowo-Gibran memang perlu ada yang dibenahi, terutama dikalangan teknokrat yang sebagian kecil belum berjalan seirama dengan gagasan yang dituangkan Presiden Prabowo.

‎- Apa yang yang harus dilakukan pemerintah agar lebih melibatkan generasi muda dalam menyelesaikan segala permasalahan dan ikut memajukan bangsa serta menjaga kedaulatan bangsa? 

‎Pemerintah sendiri sebenarnya sudah memberikan kesempatan pada generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang lapangan kerja.

Pada umumnya, keluhan yang banyak diutarakan oleh gen Z adalah minimnya lapangan pekerjaan. Padahal pemerintah sendiri sudah menambah lapangan pekerjaan, diantaranya dengan memberikan program magang diberbagai instansi.

Jadi pada dasarnya pemerintah sudah memberikan kesempatan, tinggal bagaimana kita menyambut peluang tersebut dengan memanfaatkan kesempatan yang ada diluar sana.

‎– Strategi apa yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam rangka mengembangkan potensi diri dan menghadapi persaingan dunia kerja?

‎Saat ini kita berada di kemajuan global teknologi yang sangat luas. Misalnya dengan adanya teknologi Artificial Intelligence (AI), mungkin bisa dikombinasikan dengan kemampuan kita.

Melalui kemajuan teknologi AI setidaknya justru bisa membuat kita lebih maju dan mengembangkan potensi diri.

Generasi muda jangan hanya menungggu pemerintah menyediakan fasiltas, tapi galilah potensi yang ada dan lakukan adaptasi untuk bisa maju dan mandiri.

Kita harus sadar bahwa kita punya potensi. Jadi kita harus sadar diri dan tahu potensi yang kita miliki dan sampai sejauh mana kita menangkap peluang itu hingga mampu beradaptasi.

– ‎Apa pesan dandan harapan bagi kalangan gen Z ? 

‎Ingat jangan terus-terusan merasa bahwa kita hanya ‘stuck’ (terjebak) disini saja. Kalau memang merasa ‘stuck’ disini saja, jangan selalu menyalahkan pemerintah atau menyalahkan keadaan disekitar.

‎Saya berharap gen Z dapat mengoreksi diri dan melihat peluang apa yang bisa diambil sembari meningkatkan potensi yang ada dalam diri.

Kita pula jangan hanya mau disuapin saja oleh pemerintah. Kita juga jangan melupakan diri kita sendiri. Kita harus menggali potensi yang ada pada diri sendiri sembari membaca peluang dan mengambil kesempatan yang ada.

Tentunya kesempatan tidak akan datang dua kali. Namun demikian, masih selalu ada kesempatan berikutnya. (santi)

‎

‎Profil 

‎Nama : Sinta Suryani

‎Usia : 22 Tahun

‎Domisili : Depok

‎Profesi : Periset NEXUS, Creator Digital, Selegram

‎Keluarga : Anak pertama dari dua bersaudara.

Motto: “Lebih baik menyesal karena pernah mencoba dari pada menyesal karena tidak pernah mencoba”.

‎Pendidikan : S1 Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah, Jakarta

‎Hobby :  Baca buku

‎Cita-cita : Mengalir saja yang penting bermanfaat bagi semua

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *