sriwijayamedia.com- Wali Kota (Wako) Palembang Drs Ratu Dewa, M.Si., menegaskan komitmen pemerintah kota (Pemkot) untuk menuntaskan persoalan sampah melalui percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), di Keramasan, Kecamatan Kertapati.
Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung pada Oktober mendatang dan diyakini menjadi solusi permanen bagi masalah sampah di Palembang serta wilayah sekitarnya.
Dalam kunjungan lapangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Mohammad Jumhur Hidayat, Rabu (6/5/2026) menekankan pentingnya efisiensi operasional dengan menjaga kapasitas minimal 1.000 ton sampah per hari.
Ia mendorong kerja sama aglomerasi dengan kabupaten tetangga agar fasilitas ini berfungsi optimal.
“Jangan di bawah seribu ton. Jika kurang, kita dorong kerja sama dengan kabupaten sekitar,” tegasnya.
Menteri juga memastikan dukungan tambahan armada angkut sampah.
Rencananya, sekitar 50 unit mobil compactor akan direalisasikan melalui kombinasi pendanaan APBN, APBD, dan CSR.
Sementara itu, Wako Ratu Dewa menegaskan bahwa catatan khusus dari Menteri LHK terkait pengelolaan air lindi akan menjadi perhatian serius.
“Sterilisasi proses sejak sumber sampah hingga pengolahan akan dijalankan untuk menjaga ekosistem sekitar,” paparnya.
Saat ini, operasional baru didukung 10 unit armada pengangkut. Pemerintah kota bersama kementerian tengah mengupayakan penambahan 50 unit baru dengan dukungan administrasi ke Kementerian Keuangan.
Selain itu, Pemkot Palembang aktif menjajaki bantuan CSR dari perusahaan besar seperti PTBA, Pusri, dan Pertamina.
Proyek PSEL telah menyerap sekitar 150 tenaga kerja, dengan 80% di antaranya warga Palembang. Hingga kini progres pembangunan mencapai 83,2%.
Fasilitas ini tidak hanya melayani Kota Palembang, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional.
Sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI, telah menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama. Jika sesuai jadwal, peresmian PSEL akan digelar pada 19 Oktober 2026, dengan harapan dipimpin langsung oleh Presiden.
“Proyek PSEL ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi persoalan sampah di Palembang dan sekitarnya, mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat melalui teknologi modern,” jelas Ratu Dewa. (wan)










