Sriwijayamedia.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH., menghadiri sekaligus membuka secara langsung pembukaan rangkaian kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumsel, dan BUMN, BUMD, di Komplek Ilir Barat Permai (IBP), depan Hotel Budi, Rusun Palembang, Kamis (5/3/2026).
Pembukaan ditandai dengan pelabuhan gendang ini dilakukan dalam rangka stabilitas harga pangan pokok selama bulan Suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Sekda Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH., menegaskan Pemprov Sumsel mengapresiasi kepada BI yang telah bersinergi, mensupport kegiatan ini, termasuk pula apresiasi BUMN/BUMD, para distributor dan asosiasi.
“Stabilitas harga dan saya beli masyarakat ini perlu kita jaga, terutama di bulan Suci Ramadan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Sekda.
Diketahui bahwa perkembangan inflasi untuk bulan Februari 2026 perlu diatensi, karena ada sedikit peningkatan dari tahun ataupun dari bulan Januari 2026.
Secara nasional inflasi dibulan Februari 2026 berada diangka 4,76 persen, dan untuk Provinsi Sumsel inflasi diagregat 4,36 persen.
“Ini patut diperhatikan betul bagaimana program-program dapat berjalan danenyentuh masyarakat. Kita perhatikan komoditas pangan di bulan suci Ramadan sering kali fluktuatif,” terangnya.
Atas kondisi itu, Pemprov Sumsel merespon dwngan menggiatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui program-programnya, termasuk bersama Bupati dan Wali Kota (Wako) mengendalikan inflasi di Sumsel.
“Ketersediaan pasokan dan distribusi harus kita jaga, dan terpenting adalah gerakan OPM bekerja sama. dengan stakeholder terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Sumsel H Zulkarnain, SE., MM., menambahkan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumsel bersama BI Perwakilan Provinsi Sumsel serta dukungan penuh dari BUMN/BUMD yaitu Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumsel Babel, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, PT Bank Sumsel Babel, PT Sumsel Energi Gemilang, PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM), PT Jamkrida, dan lainnya.
“Dengan adanya sinergi seluruh pihak, sejumlah komoditas penting dapat diberikan subsidi, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga jual yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Adapun komoditas yang disubsidi dalam pelaksanaan pekat OPM kali ini seperti beras SPHP subsidi ongkos angkut harga jual Rp 56 ribu per 5 kilogram, dengan jumlah 8 ton per titik.(ton)









