Gubernur Deru : Penyemaian Dry Ice Terus Berlanjut, OKI Jadi Prioritas

Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, SH., MM.,/sriwijayamedia.com-ist

sriwijayamedia.com- Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, SH., MM., meninjau langsung pesawat yang digunakan untuk penyemaian dry ice, di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang Palembang, Selasa (20/10/2026).

Gubernur Sumsel Dr Herman Deru, SH., MM., menegaskan kembali pekatnya kabut asap bukan berarti operasi penyemaian dry ice dihentikan.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, operasi tersebut tetap dilanjutkan untuk membantu mengurangi kepekatan asap dan meningkatkan jarak pandang di Kota Palembang.

“Masyarakat perlu tahu bahwa bukan berarti operasi dry ice berhenti. Saat ini sedang dilakukan briefing dan persiapan untuk penerbangan sorti pertama,” ujarnya

Deru menambahkan bahwa penyemaian dry ice dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi atmosfer yang menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan.

Saat ini, pemerintah juga masih menunggu tambahan material dry ice yang dikirim dari Jakarta.

“Kita berharap sekitar 15 menit setelah ditaburkan, dry ice ini bisa membantu memecah lapisan inversi yang tadi diinformasikan berada di ketinggian sekitar 300 meter. Operasi dry ice selama 10 hari terakhir mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan,” ungkapnya.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyetujui rencana perpanjangan operasi tersebut.

Pemprov Sumsel berharap penyemaian dry ice dapat terus dilakukan hingga musim hujan tiba.

“Upaya tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya di Kota Palembang yang terdampak kabut asap. Terus kita lakukan dry ice untuk kenyamanan aktivitas masyarakat, khususnya di Kota Palembang,” paparnya.

Kendati demikian, operasi pemadaman juga terus berjalan. Selain penyemaian dry ice, operasi pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing juga tetap disiapkan.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat luas wilayah serta kebakaran yang terjadi di daerah tersebut.

“Terkait kebutuhan material sedang dalam proses pengiriman dari Jakarta. Dalam satu sorti penyemaian akan digunakan sekitar 800 kilogram dry ice. Dengan dua sorti penerbangan, total material yang disebar mencapai 1,6 ton,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kabut asap kembali pekat adalah keberadaan lapisan inversi atmosfer.

Lapisan inversi merupakan kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu.

“Kondisi tersebut dapat menghambat pergerakan vertikal udara sehingga asap dan uap air sulit menyebar ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Lapisan inversi ini sejatinya hampir setiap hari ada. Namun, pagi ini posisinya terlalu dekat dengan permukaan sehingga asap yang masuk ke Palembang tidak bisa menyebar lebih tinggi dan akhirnya terperangkap,” imbuhnya.

Biasanya lapisan inversi berada pada ketinggian sekitar dua hingga tiga kilometer. Namun, berdasarkan kondisi yang teramati pagi itu, lapisan tersebut berada di bawah satu kilometer sehingga lebih dekat dengan permukaan dibandingkan kondisi yang lazim terjadi.

“Penyemaian dry ice dilakukan untuk membantu mengubah kondisi pada lapisan atmosfer tersebut agar asap dapat menyebar dan tidak terus terperangkap di wilayah Palembang. Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap jarak pandang dapat meningkat dan tingkat kepekatan kabut asap berkurang sehingga aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan, dapat berlangsung lebih baik,” terangnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *