Massa Aksi Indonesia Sadar Sebut 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dinilai Gagal

Massa aksi Indonesia Sadar melakukan demonstrasi di kawasan Taman Tugu Tani, Kwitang Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026)/sriwijayamedia.com-santi

sriwijayamedia.com- Aksi Indonesia Sadar yang digelar oleh ratusan mahasiswa se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) di Jakarta menilai dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumi Raka gagal.

Pernyataan itu disampaikan dalam aksi gabungan mahasiswa dari berbagai elemen dan perguruan tinggi se-Jabodetabek, baik swasta maupun negeri di kawasan Taman Tugu Tani, Kwitang Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Kegagalan utama menurut mahasiswa yakni dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara dan Papua.

Dibidang ekonomi, mahasiswa juga menilai tingkat kesulitan hidup yang semakin tinggi.

Sementara berbagai kritikan yang disampaikan tidak ditindaklanjuti oleh Pemerintah. Belum lagi dibidang penegakan hukum yang melibatkan kalangan pejabat, kecarut-marutan dunia pendidikan, dan sebagainya.

Rencananya bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 nanti, kelompok mahasiswa ini akan berkumpul lagi untuk menggelar Aksi Nasional Menggugat Kembali Kedaulatan Rakyat.

“Kita sebagai anak muda menuntut negara untuk mempersiapkan masa depan agar negara kita mampu bersaing secara global,” ujar Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2026 Fathima Azzahra, dalam orasinya pada penutupan aksi, Selasa (20/10/2026) malam.

Selain orasi dan menyampaikan pernyataan sikap bersama, sejumlah perwakilan mahasiswa berusaha memanjat patung Tani yang ada ditengah-tengah taman Tugu Tani untuk menggelar spanduk kain putih bertuliskan lima tuntutan rakyat yang ditulis dengan cat pilox.

Salah satu isi tuntutan itu adalah meminta pemerintah untuk menetapkan status peristiwa karhutla sebagai bencana nasional dan membenahi tata kelola kebijakan ekonomi.

Aksi berlangsung damai, sebelum membubarkan diri beberapa mahasiswa menyalakan kembang api disekitar taman Tugu Tani.(santi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *