25 Tahun Reformasi, Aktivis 98 Luncurkan Yayasan 98 Peduli

user
Irawansyah Perdana 23 Mei 2023, 17:56 WIB
untitled

Sriwijayamedia.com - 25 tahun pasca peristiwa reformasi, ratusan aktivis angkatan 98 menghadiri acara halal bihalal di Jakarta, Minggu (21/5/2023).

Halal Bihalal Aktivis 98 dan Peringatan 25 Tahun Reformasi Indonesia mengusung tema "Menggugat Reformasi" sekaligus launching Yayasan 98 Peduli, berlangsung di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Hadir ekonom senior Rizal Ramli, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Budi Arie Setiadi, dan Wakil Menteri Kemanakertrans Alfiansyah Noor dalam acara launching tersebut.

Ketua panitia Sangap Surbakti menjelaskan bahwa Yayasan 98 Peduli bukanlah lembaga pendanaan (fundraising), melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral para aktivis 98 dalam bertarung gagasan mengenai isu-isu strategis pemerintahan.

Merujuk pada AD/ART dan hukumnya, yayasan ini juga bukan sebagai sebuah yayasan politik.

“Gerakan sekaligus pembentukan yayasan ini dibuat berdasarkan gagasan dan moral para aktivis (’98) yang ingin menata ulang cita-cita reformasi,” jelas Sangap.

Sementara itu, Budi Arie Setiadi yang juga mantan aktivis 98 pada kesempatan ini menyampaikan 25 tahun yang lalu baru saja awal.

"Langkah kita tidak boleh terhenti. Belum banyak kiprah yang kita berikan untuk negara ini. Karena itu, saya ajak aktivis 98 untuk terus berbakti pada negeri. Selamat atas peresmian Yayasan 98 Peduli,” ucap Budi.

Ekonom senior Rizal Ramli dalam sambutannya menantang para aktivis 98 untuk bangkit mengisi reformasi.

Menurut dia, 25 tahun reformasi yang terjadi justru deformasi, yakni reformasi yang terkikis.

“Ketika matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah para aktivis 98 ingin ikut tenggelam bersama matahari atau bangkit,” ujar Rizal Ramli.

Juru bicara aktivis 98 Mixil Mina Munir mengatakan ide pembentukan yayasan 98 Peduli muncul pada pertemuan para aktivis 98, 1 April 2023. Dimana dalam pertemuan tersebut dihadiri 340 aktivis dari 16 provinsi di Indonesia untuk bertukar pendapat, mengadu ide dan gagasan untuk menata ulang cita-cita reformasi.

“Pembentukan Yayasan ’98 Peduli merupakan upaya mempersatukan seluruh aktivis 98 yang telah berada diruang-ruang berbeda, profesi-profesi berbeda, dan partai politik yang berbeda,” papar Mixil.

Ditempat sama, Alfiansyah Noor, aktivis 98 yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri di Kemenakertrans mengatakan Yayasan 98 Peduli dibentuk tidakhanya untuk memperkuat tali silaturahmi para aktivis 98 tapi juga untuk mewujudkan apa yang belum dilaksanakan di era reformasi.

“Yayasan ini bukan hanya untuk para aktivis 98 saja, (tapi) juga untuk rakyat. Yayasan 98 Peduli untuk kemanusiaan berbagai aspek yaitu sosial, politk, ekonomi, dan kebudayaan," ungkap Alfian. (Santi)

Kredit

Bagikan