Aksi Heroik Guru SMKN 3 Kayuagung Sumsel Panjat Pagar Sekolah Viral

user
Irawansyah Perdana 22 September 2022, 13:21 WIB
untitled

Sriwijayamedia.com - Video viral 7 orang guru perempuan di SMK Negeri 3 Kayuagung, Sumatera Selatan (Sumsel) yang memanjat pagar untuk masuk ke sekolah menghebohkan jagat maya.

Ternyata aksi heroik kaum hawa tersebut lantaran SMKN 3 Kayuagung disegel pihak ahli waris tanah sejak sekitar dua bulan terakhir.

Dalam akun media Instagram ogankomeringilir.info, terlihat 6 guru dengan menggunakan celana panjang nekat memanjat pagar lalu melompat. Sementara satu guru lagi menggunakan rok hitam panjang berlalu mencari jalan lain.

“Kiriman lanjutan. Miris sampai guru be harus manjat pagar. Sampai detik ini belum ada kepastian penyelesaian dari Pemkab Ogan Komering Ilir. Kapan siswa SMK Negeri 3 Kayuagung bisa sekolah lagi dengan normal pasca sengketa lahan dengan keluarga H Jalil. Yang terbaru para warga sekolah harus melewati akses hutan yang cukup berliku sampai terserang tawon. Tetap kuat SMK 3 Kayuagung ku, keberhasilan tumbuh dari orang-orang yang berjuang dalam kesabaran. Payo mohon solusinya pihak terkait," sebut akun ogankomeringilir.info.

Komentar lainnya dari bima.jpg menyebut viralkan biar cepat diproses. Kalau dak viral dak dihiraukan. Begitupun akun rosalhina 005 menulis tolong bantu sekolah saya ini.

Akun andeni_kurniawan menulis @hotmanparisofficial izin abangku berkenan mohon bantuannya kasian para adik-adik ini mau sekolah dan para ibu gurunya.

Diketahui, pemblokiran ini bermula dari sengketa atas lahan di kawasan hutan Kota Kayuagung.

Keluarga ahli waris (alm) H Jalil bin Dirga Dekana memblokir jalan masuk lahan hutan kota kawasan tersebut lantaran belum ada kompensasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI.

Perwakilan kuasa ahli waris selalu pemilik lahan mulai memasang kayu di jalan poros didalam kawasan hutan kota.

Sebanyak 3 spanduk dipasang ahli waris di antaranya bertuliskan 'Mohon Maaf kepada warga, aparat penegak hukum dan pihak berwenang, kami memagar seluruh tanah milik H Jalil harap maklum dan terima kasih'.

Husin, perwakilan ahli waris, Kamis (28/7/2022) mengatakan sebelumnya memang sudah ada mediasi dengan Komisi III DPRD OKI di ruang rapat Banggar dan Pemkab OKI dihadiri Dinas Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait permasalahan ini.

Aksi pemblokiran jalan dikarenakan lahan yang ditempati belum ada penyelesaian dengan ahli waris. Bahkan sudah sekitar 8 bulan belum ada kepastian.

Akibat penutupan jalan tersebut mengakibatkan sejumlah pengendara terpaksa putar balik.

Dia mengaku sangat kecewa karena sudah belum ada ganti rugi. Apalagi penutupan tersebut dipicu karena persoalan lahan yang tak kunjung diganti rugi.

Husin menjelaskan, jika sudah ada kejelasan dari pemerintah OKI barulah pihaknya akan membuka kembali pemblokiran.

"Selagi belum ada titik terang kepastian ganti rugi lahan, maka jalan ini tetap kami tutup," jelasnya.

Pemblokiran jalan berada di hutan kota yang tak jauh dari SMKN 3 Kayuagung dan menuju ke pemukiman warga Perumahan Jokowi Kelurahan Kedaton.

Lahan tanah atas nama ahli waris Alm H Jalil bin Dirga Dekana seluas 7 hektar. Hingga saat ini belum ada ganti rugi pasca rapat kedua di ruang Banggar DPRD OKI pada 18 Maret 2022 lalu.(jay)

Credits

Bagikan