Gelar Rakernis Reserse Narkoba, Ini Arahan Kapolda Sumsel

user
Irawansyah Perdana 29 September 2022, 20:09 WIB
untitled

Sriwijayamedia.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Reserse Narkoba dan jajaran Tahun 2022, di Ballroom Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Rakernis diselenggarakan mulai 28 - 29 September 2022 yang dikuti 200 peserta terdiri dari Kabag, Kasubdit, Kasat, Kanit dan anggota Reserse Narkoba Polres jajaran.

Dengan mengangkat tema "Penguatan Penyidik yang Presisi Guna Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Dalam Rangka Menuju Indonesia Emas", Rakernis dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH., Wakpolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, S.Ik., SH., MH., Kakanwil Kemenkum HAM Drs Harun Sulianto, Bc.I.p., SH., Aspidum Kejati Sumsel Sutikno, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri Palembang Surachmat, SH., MH., Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi, SH., MH., Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.Ik., Irwasda Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, SH., MH., dan lainnya.

Dalam sambutanya, Kapolda Sumsel mengatakan selain korupsi, radikalisme, terorisme, masalah peredaran narkoba menjadi konsen isu yang harus diputus mata rantainya, dengan bersinergi bersama masyarakat, aparat penegak hukum, dan stakeholder terkait lainnya.

"Ibarat satu buah pohon yang terdiri dari batang, akar dan daun, salah satunya apabila tumbuh tidak sehat, dirusak dengan pengaruh-pengaruh yang buruk, maka pohon tersebut akan mati," kata Kapolda.

Menurut Kapolda, dampak peredaran narkoba sangat merugikan masyarakat, dan merusak generasi muda bangsa. Terlebih apabila aparat terlibat dijadikan alat oleh para bandar, maupun pengedar.

"Generasi muda maupun aparat kita akan hancur apabila kita masuk dan terlibat dalam lingkaran narkoba," terang Kapolda.

Sebagai tindakan tegas, pihaknya memberikan punishment kepada anggota-anggota yang terlibat narkoba, dengan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Kapolda menambahkan rakernis fungsi narkoba ini merupakan suatu bentuk semangat dan tekad jajaran fungsi narkoba untuk terus melakukan langkah-langkah perbaikan proses penegakan hukum dalam hal penyelidikan dan penyidikan.

Kapolda berharap sinergi antara aparat penegak hukum dalam memerangi peredaran narkoba terus terjalin baik. Untuk itu, Kapolda meminta agar para pengedar dan bandar narkoba bisa dihukum seberat-beratnya sehingga memberi efek jera bagi yang lain.

"Dalam memerangi peredaran narkoba, selain melalui proses penegakan hukum juga mengedepankan preventif dengan mendirikan 84 kampung anti narkoba di wilayah polres jajaran," imbuhnya.(ocha)

Kredit

Bagikan