Sriwijayamedia.com – Bank Indonesia (BI) Sumsel berhasil meraih rekor Museum Record Indonesia (MURI) dalam hal pembuatan pupuk organik pendukung produktivitas tani, pada upacara pembukaan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV Provinsi Sumsel, di Lapangan KONI Belitang, OKU Timur, Rabu (10/5/2023).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel R Erwin Soeriadimadja mengatakan rekor MURI itu diterima atas pembuatan pupuk arang sekam dan asap cair menggunakan alat produksi terbanyak.
Penghargaan ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri, di hadapan Gubernur Sumsel H Herman Deru, pada pembukaan PEDA KTNA XV Sumsel.
“Dalam rangka menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan, BI Sumsel telah berkomitmen memberikan 100 unit alat pengolah pupuk organik sekam arang kepada Asosiasi KTNA Sumsel,” tuturnya.
Menurut dia, komitmen ini merupakan hasil kolaborasi BI Sumsel dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur dan merupakan bagian dari empat program unggulan pengendalian inflasi pangan yang diluncurkan pada soft launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 24 Februari 2023 lalu di Palembang.
Program GNPIP di Sumsel sendiri turut disinergikan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), program kemandirian pangan yang dicanangkan Pemprov Sumsel pada Desember 2021 silam.
“Mesin pengolah pupuk organik sekam arang ini tidak hanya menawarkan solusi alternatif bahan baku bagi petani di tengah tingginya harga pupuk dunia dan dampak negatif penggunaan pupuk kimia. Lebih dari itu, penggunaan mesin ini mampu mengoptimalkan kebermanfaatan sekam yang sebelumnya hanya menjadi limbah hasil panen saja,” terangnya.
Selain digunakan sebagai pupuk, asap cair hasil pengolahan sekam juga dapat dimanfaatkan sebagai pengusir hama pertanian, termasuk sebagai pembeku getah karet.
Dalam jangka panjang, penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi dalam memperbaiki kondisi tanah yang pada akhirnya dapat menjaga keberlangsungan produksi pangan sehingga Sumsel, khususnya wilayah OKU Timur dapat mempertahankan gelarnya sebagai lumbung pangan nasional, khususnya untuk komoditas padi.
Inovasi alat pengolah pupuk organik sekam arang ini turut diapresiasi oleh Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah, yang mengharapkan agar inovasi ini dapat direplikasi oleh petani se-Sumsel maupun seluruh Indonesia.
“Di akhir Februari lalu, BI Sumsel telah meluncurkan program championship GNPIP yang salah satu diantaranya adalah modernisasi pertanian memperkuat sumsel sebagai lumbung pangan nasional, dalam hal ini diwujudkan melalui pemberian bantuan 100 mesin penghasil pupuk organik,” imbuhnya.
Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas petani di tengah kenaikan harga pupuk saat ini.
Erwin turut menyalurkan 78.000 benih cabai merah kepada para petani guna peningkatan produksi komoditas pangan melalui gerakan tanam (gertam) yang selaras dengan GSMP.
Sementara itu, Bupati OKU Timur Lanosin berharap kegiatan PEDA KTNA XV 2023 dapat mendorong minat pemuda untuk berusaha tani.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Desember 2022, Sumsel diklaim menjadi salah satu provinsi dengan angka surplus beras tertinggi.
Atas prestasi ini, Gubernur Herman Deru mengapresiasi kontribusi seluruh petani di Sumsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Deru menyarankan kedepan diperlukan upaya ekstensifikasi pertanian guna menjaga produksi padi Sumsel.
GSMP juga terus digalakkan sebagai upaya mengubah mindset masyarakat yang hasilnya mulai terlihat dari level inflasi Sumsel yang berada di bawah inflasi nasional.
Pada bulan April 2023, inflasi Sumsel terjaga dengan capaian sebesar 4,27% (yoy) atau lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,33% (yoy).
Capaian ini tidak terlepas dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Se-Sumsel yang terus bersinergi dan berinovasi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga melalui penguatan implementasi kerangka 4K (ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif) dan komitmen GNPIP Sumsel yang terus direalisasikan. (ocha/rel)









