sriwijayamedia.com- Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengklaim pelaksanaan kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di Sumsel yang berlangsung selama lima hari berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah berdasarkan pengamatan kami, pelaksanaan MPLS di SMA se Sumsel berjalan lancar. Bahkan pada Minggu sebelum 13 Juli 2026 kami sudah sosialisasi pelaksanaan MPLS melalui zoom meeting yang dibuka Kepala Disdik Sumsel, diikuti seluruh kepala bidang (kabid), kepala sekolah (kasek) se Sumsel,” aku Kabid SMA Disdik Sumsel Basuni, S.Pd., MM., M.Pd., melalui Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik SMA Disidk Sumsel Dr Anis Joko Santoso, S.Pd., MM., saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Dia mengaku ditahun sebelumnya pelaksanaan MPLS dilakukan selama tiga hari. Namun ditahun ini berlangsung selama lima hari.
Menurut dia, pelaksanaan MPLS didasar atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 12/2026, yang lebih menekankan pada tujuh kebiasaan Indonesia Hebat.
“Jika di Permendikbud sebelumnya penekanan tertuju pada lingkungan, adaptasi lingkungan sekolah, namun kalau sekarang lebih ke penguatan inklusif tanpa kekerasan,” ungkapnya.
Dia berharap pihak sekolah yang melaksanakan MPLS dapat membuat laporan disampaikan ke Disdik Sumsel.
“Kami senantiasa memonitor pelaksanaan MPLS melalui pengawas di kabupaten/kota. Bahkan kami juga turun langsung meninjau pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 10 Palembang,” paparnya.
Dia juga memastikan pelaksanaan MPLS tahun ini tidak berlebihan. Seperti tidak lagi terlihat memakai kuncir warna warni yang aneh-aneh, ataupun memakai atribut yang memalukan bahasa hingga mengarah kepada yang tidak masuk akal.
“Untuk MPLS tahun ini lebih kekeluargaan, ramah, humanis, serta gurunya juga harus mengimbangi. Siswa tidak boleh menghukum siswa, apalagi guru. Konteksnya MPLS tahun ini jangan sampai membuat trauma para peserta didik,” jelasnya.(ton)










