Sriwijayamedia.com — Kabupaten Lahat menjadi tuan rumah Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) dengan tema “Negara Hadir Sampai Desa”, yang dibuka langsung Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol (Purn) Suyudi Aryoseto, dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Prof Dr (HC) Abdul Halim Iskandar, serta sejumlah pejabat nasional dan daerah, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Lahat tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Cik Ujang, Bupati Lahat sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) H Bursah Zarnubi, unsur DPR RI, kepala daerah se-Indonesia baik secara langsung maupun virtual, serta ratusan kepala desa (kades).
Dalam sambutannya, Bupati Lahat H Bursah Zarnubi menegaskan bahwa narkoba telah menjadi ancaman serius yang masuk hingga ke lingkungan rumah tangga dan desa-desa.
Bupati menyebut peredaran narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Bangsa tidak akan mungkin menjadi inovatif, kreatif, dan maju apabila generasinya dirusak oleh narkoba. Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, kita harus memastikan SDM kita sehat dan bebas dari narkoba,” ujar Bursah.
Bursah menambahkan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, tidak sebatas kegiatan seremonial.
Menurut Bupati, pembangunan dari desa dan pengentasan kemiskinan tidak akan berhasil jika narkoba masih merajalela di tingkat akar rumput.
Wagub Sumsel H Cik Ujang, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peredaran narkoba kini telah menjangkau desa hingga dusun-dusun.
Wagub mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
“Kita tidak boleh kalah dengan bandar narkoba. Semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kades, BPD, hingga masyarakat harus bersama-sama melawan narkoba demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Desa PDTT RI Prof Dr (HC) Abdul Halim Iskandar menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan-kegiatan positif di desa sebagai upaya preventif.
Ia menyebut berbagai program desa, seperti desa wisata, desa ekspor, desa tematik pertanian dan perikanan, dapat menjadi solusi untuk menjauhkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari pengaruh narkoba dan praktik negatif lainnya seperti judi online.
“Kita jawab tantangan narkoba dengan hal-hal positif. Desa harus menjadi benteng terakhir dalam melindungi generasi bangsa,” ujarnya.
Kepala BNN RI Suyudi Aryoseto, menyampaikan bahwa Deklarasi Indonesia Bersinar di Kabupaten Lahat merupakan momentum bersejarah dan menjadi tonggak awal penguatan penanganan narkoba berbasis desa.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Lahat akan menjadi salah satu titik awal pengembangan layanan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Kegiatan ini adalah wujud nyata hadirnya negara (state presence) dalam membangun pertahanan nasional dari unit terkecil, yaitu keluarga dan desa,” imbuh Suyudi.
Ia juga mengingatkan bahwa Sumsel termasuk wilayah dengan tingkat penyalahgunaan narkotika tinggi, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif untuk tidak bersikap apatis.
Menurut dia, perang melawan narkoba harus dilakukan secara tegas terhadap bandar, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan bagi para korban penyalahgunaan melalui rehabilitasi.
Deklarasi Indonesia Bersinar di Kabupaten Lahat diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (Nita)









