Pertandingan Voli dan Futsal Warnai Kemeriahan HUT ke 80 Kemerdekaan RI di Desa Bukit Batu OKI

Pertandingan bola voli putri mewarnai HUT ke 80 Kemerdekaan RI tahun 2025, di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI/sriwijayamedia.com-ist

Sriwijayamedia.com – Banyak cara dilakukan banyak orang untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2025.

Kali ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memeriahkan momentum kemerdekaan RI ke 80 ini dengan menyelenggarakan pertandingan bola voli dan futsal.

Bacaan Lainnya

Turnamen voli dan futsal ini bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Bagi warga Desa Bukit Batu, pertandingan adalah bagian dari tradisi merayakan kemerdekaan dengan penuh keakraban.

“Semua warga yang datang bukan hanya untuk mendukung timnya saja, tapi juga untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh semangat,” aku Kepala Desa (Kades) Bukit Batu Rumidah, dihubungi wartawan, Sabtu (16/8/2025).

Menurut kades, pertandingan tersebut sebenarnya dibuka untuk umum, yang berasal dari berbagai warga dusun di wilayah Desa Bukit Batu.

Rumidah melanjutkan untuk puncak peringatan HUT RU akan berlangsung pada Minggu (17/8/2025) besok.

Dia mengatakan bahwa seluruh warga desa akan berkumpul di lapangan sejak pagi untuk mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih.

“Usai upacara dilanjutkan dengan karnaval, lomba sepeda hias, serta aneka lomba diperuntukan bagi anak-anak. Rangkaian kegiatan HUT ke 80 Kemerdekaan RI ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahunnya. Bukan hanya sekadar bersenda gurau, tetapi sudah menjadi ajang kebersamaan. Disitu ada semangat sportivitas, mendorong kreativitas, dan rasa syukur yang berpadu dalam satu semangat yakni Indonesia Merdeka,” terangnya.

Bagi warga Desa Bukit Batu, kemerdekaan tidak sekadar diperingati dengan seremonial belaka, namun dirayakan dengan penuh kegembiraan, melalui sebuah pertandingan.

“Sejak awal pekan lalu, kemeriahan HUT Kemerdekaan sudah terasa disini. Warga terlihat datang dengan antusias, tak hanya menyaksikan pertandingan bola voli dan futsal, tetapi juga untuk lebih merasakan kebersamaan. Momentum ini semakin memantapkan rasa nasionalisme sekaligus bukti syukur dan bangga menjadi warga Indonesia,” paparnya.

Pantauan dilapangan, debu yang beterbangan tak jadi soal. Justru menjadi bagian dari irama suasana. Peluit wasit, teriakan penonton, dan sorak kegembiraan menyatu menjadi melodi khas Agustusan.

Di lapangan, tim voli putri saling adu keterampilan. Sesekali bola terlepas dari genggaman dan disambut dengan tawa penonton.

Disisi lain, anak-anak muda tengah bersiap memainkan futsal. Kaki-kaki teelihat lincah mengiring bola, menembus pertahanan lawan, dan membuat penonton menahan napas sejenak sebelum akhirnya meledak dalam sorakan ketika gol tercipta.

“Kalau Agustusan begini rasanya beda. Anak-anak, orang tua, semua tumplek blek di lapangan. Ini momen yang bikin desa terasa lebih seru,” aku Jumani, salah seorang warga setempat.

Sementara itu, Kepala Dusun Jihat Santoso menuturkan dengan semangat bahwa disaat ini lapangan desa bukan lagi sekadar tempat bermain bola, melainkan ruang yang menyatukan semua orang, dari anak-anak hingga orang tua, dalam perasaan yang sama: bangga menjadi bagian dari Indonesia.

“Kalau bukan Agustusan, kapan lagi kami bisa kumpul seramai ini. Di sini terasa sekali arti merdeka. Kita bisa bersatu, tertawa, dan dengan bangga menjadi warga Indonesia,” jelasnya.(jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *