Sriwijayamedia.com – SMK Negeri 2 Lahat menggelar kegiatan Side Door Cafe (kafe pembelajaran) yang melibatkan siswa-siswi SMP se-Kabupaten Lahat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Tata Boga SMKN 2 Lahat pada Selasa (3/2/2026) ini sebagai ajang penerapan pembelajaran kewirausahaan sekaligus pengenalan jurusan kepada calon peserta didik baru.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Guru Mata Pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan Vivi Anggriani, SE., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin jurusan Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) Kuliner dan Tata Boga.
Program ini menjadi wadah bagi siswa kelas XI dan XII untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari pembelajaran di sekolah maupun pengalaman magang industri.
“Mulai dari perencanaan usaha, pencarian ide, penyusunan proposal hingga pengelolaan modal, semuanya dilakukan oleh siswa dalam kelompok usaha. Modal berasal dari dana mereka sendiri, sehingga anak-anak benar-benar belajar bagaimana memulai sebuah usaha,” jelas Vivi.
Dia menambahkan, pembelajaran yang diterapkan mencakup tata hidang, masakan Indonesia, hingga teknik penyajian ala hotel.
Seluruh kompetensi tersebut kemudian diaplikasikan menjadi peluang usaha nyata melalui Side Door Cafe.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi lintas jurusan, seperti fotografer dan photo booth, pemasaran, kasir dan pelayanan, hingga busana dan aksesori untuk pelayan.
“Kami ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa agar mereka termotivasi membuka usaha sendiri di masa depan. Ini adalah pengalaman nyata dari hasil pembelajaran yang mereka jalani,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Kuliner SMKN 2 Lahat Lilis Astuti, S.Pd., dalam sambutannya memperkenalkan profil jurusan kuliner kepada para tamu undangan.
Ia menjelaskan bahwa jurusan kuliner berdiri sejak 2012 dan memiliki kurikulum yang berfokus pada sanitasi dan higiene, keselamatan kerja, teknik pengolahan, penyajian, pelayanan, serta kewirausahaan.
“Jurusan kuliner saat ini diampu oleh lima guru produktif yang telah mengikuti program magang industri dan pelatihan pemerintah. Kami juga telah menerima berbagai bantuan, mulai dari teaching factory pada 2019, Center of Excellence tahun 2021, hingga program PK tahun 2024,” terangnya.
Dia berharap lulusan jurusan kuliner dapat terserap di dunia kerja maupun menjadi wirausaha mandiri. Fasilitas pendukung seperti ruang praktik bakery juga telah disediakan untuk menunjang proses pembelajaran siswa.
Kepala SMKN 2 Lahat Maryani, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan Side Door Cafe merupakan bentuk kolaborasi antarjurusan di SMKN 2 Lahat tahun ajaran 2025–2026.
Menurut dia, meskipun kuliner menjadi jurusan utama dalam kegiatan ini, namun keberhasilan acara tidak terlepas dari dukungan enam jurusan lainnya.
“Mulai dari TJKT untuk dokumentasi, MPLB untuk display, pemasaran sebagai kasir, akuntansi untuk perhitungan keuangan dan pajak, hingga jurusan busana yang menyiapkan pakaian pelayan, semuanya berkolaborasi dengan baik,” imbuh Maryani.
Ia juga menyampaikan bahwa jurusan kuliner memiliki tingkat penyerapan lulusan yang tinggi karena tidak hanya bergantung pada dunia kerja formal, tetapi juga peluang usaha mandiri.
Kepada siswa-siswi SMP yang hadir, Maryani mengajak untuk mempertimbangkan SMK sebagai pilihan pendidikan lanjutan.
“Kuliner ini punya jenjang dan peluang besar. Tidak harus menjadi pegawai negeri, tapi bisa menjadi wirausaha atau chef profesional. Kami membuka pintu bagi adik-adik SMP yang ingin bergabung,” pungkasnya. (Nita)









