Dana Banpres Rp4 Miliar Kota Subulussalam Tetap Utuh untuk Penanganan Bencana

Kantor Pemkot Subulussalam/sriwijayamedia.com-ist

Sriwijayamedia.com- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Subulussalam Mhd Ali Tumangger memastikan bahwa dana Bantuan Presiden (Banpres) sekitar Rp4 miliar dipastikan tetap utuh untuk penanganan bencana daerah.

“Kami pastikan dana banpres tidak dialih fungsikan. Penggunaan dana tersebut juga sangat jelas dan terbuka, tidak ada yang ditutupi,” kata Mhd Ali Tumangger.

Sementara Kepala Bappeda Kota Subulussalam Abdul Rajab, S.STP., MAP., menambahkan rekapitulasi anggaran banpres diperuntukkan untuk penanganan bencana daerah tahun 2025 sesuai Mendagri Nomor 9001.1/9772/SJ, sesuai kebutuhan SKPK masing-masing.

“Dana tersebut digunakan untuk para korban terdampak banjir dan 6 SKPK masing masing sudah membuat Rincian realisasi  anggaran dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Abdul Rajab, Sabtu (10/1/2026).

Dia menyebut seperti pada Dinas Sosial (Dinsos), dana itu untuk makan dan minum siap saji sebesar Rp 281.000.000 ; pakaian pria, wanita, bayi, hijab, popok bayi, dan lansia sebesar Rp 97.877.886 ; peralatan makan dan perlengkapan masak Rp 327.000.000).

Sedangkan di Dinas Syariat Islam, untuk perlengkapan dan peralatan rumah ibadah Rp 300.000.000.

Lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk peralatan perlengkapan medis Rp1.212,000,000 ; untuk obat-obatan, P3K, vitamin, dan suplemen Rp 152.000.000 ;  untuk masker, hand sanitizer Rp.60.000.000.

Dinas Pendidikan (Disdik), untuk perlengkapan dan peralatan belajar Rp1.000.000.000, dengan rincian yang akan direalisasikan untuk alat tulis, buku dan tas, serta seragam untuk sekolah umum, dan juga Alat tulis,buku dan tas sekolah (Dayah).

Sementara pada BPBD untuk sarana dan prasarana dasar, tenda, penampung, dan hunian sementara Rp 260.000.000 ; peralatan kelistrikan 7 set Genset Rp560.000.000 dan alat komunikasi 4 set HT Rp60 juta, sehingga total anggaran sebesar Rp1.880.000.000.

Dinas PUPR untuk saluran dan tempat penampungan air bersih Rp1.000.000.000, termasuk 5 set sumur bor.

“Disini tidak ada yang ditutup-tutupi, semua terbuka, apalagi sampai dialih fungsikan,” jelas Abdul Rajab.(ar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *