Bersama Gubernur Deru dan Wabup Lahat, PT MIP Groundbreaking Pembangunan Underpass Jalan Batubara

Disela kegiatan groundbreaking pembangunan underpass angkutan batubara, Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Wabup Lahat Widia Ningsih, Presiden Direktur PT MIP Mulyadi Wibowo dan Kepala BBPJN Sumsel Panji Krisna Wardana berfoto bersama/sriwijayamedia.com-nita

Sriwijayamedia.com – PT Mustika Indah Permai (MIP), anak perusahaan Group PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) secara resmi melaksanakan kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan underpass yang akan digunakan sebagai jalur khusus transportasi kendaraan pengangkutan batubara.

Acara ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, SH., MM., Wakil Bupati (Wabup) Lahat Widia Ningsih, SH., MH., didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel Panji Krisna Wardana, ST., M.T, beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan daerah serta manajemen PT MIP, Jum’at (16/1/2026).

Bacaan Lainnya

Pembangunan underpass ini menandakan langkah strategis dan komitmen PT MIP dalam upaya mewujudkan jalur transportasi batubara yang lebih aman, efisien serta ramah lingkungan.

Presiden Direktur PT MIP Mulyadi Wibowo menyampaikan bahwa pembangunan underpass ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung keberlanjutan industri batubara dan wujud ketaatan perusahaan terhadap instruksi Gubernur Sumsel No 500.11 Tahun 2025 tentang Penggunaan Jalan Khusus Batubara.

Menurut dia, PT MIP memiliki visi untuk menjadi perusahaan tambang dengan praktik terbaik di Sumsel yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga pada keselatamatan kerja, kepedulian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab keselamatan. Melalui pembangunan underpass ini, kami berharap dapat membawa manfaat besar, baik bagi kelancaran distribusi batubara maupun bagi lingkungan masyarakat sekitar, yang tentunya akan mengurangi aktivitas dampak debu dan kebisingan yang selama ini terjadi dan ini memang selaras dengan visi perusahaan,“ ujar Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Lahat Widia Ningsih menyampaikan apresiasi gerak cepat PT MIP dalam rencana pembangunan underpass yang kini tinggal menunggu izin kementerian.

“Pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar satu tahun dan diharapkan segera terealisasi guna menjawab persoalan lingkungan dan sosial masyarakat Kabupaten Lahat khususnya di Merapi Area,” terang Widia.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas instruksi Gubernur Sumsel yang berdampak pada lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H Herman Deru menilai langkah PT MIP membangun jalur khusus sebagai contoh positif dan diharapkan dapat menjadi panutan bagi perusahaan lain.

Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR serta seluruh jajaran pemerintah dan instansi terkait atas kerjasama yang baik.

“Pembangunan underpass diharapkan menjadi solusi agar akses masyarakat tidak terganggu serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” imbuhnya.

Gubernur menekankan pentingnya dukungan semua pihak dalam memantau progress pembangunan, kelancaran lalu lintas masyarakat, serta menjaga keselamatan dan kenyamanan pekerja selama proses pembangunan.

“Dengan mengucap bismillah, pembangunan underpass PT MIP sebagai perlintasan jalan khusus pengangkutan batubara secara resmi saya nyatakan dimulai,” jelas Deru.(Nita)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *