Sriwijayamedia.com – Congrats, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lahat kembali menorehkan prestasi pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Disdukcapil se-Sumsel Tahun 2025.
Pada kegiatan inisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tersebut, Disdukcapil Lahat berhasil meraih penghargaan Top 3 Inovasi dan Top 6 Inovasi Pelayanan Publik, Kamis (11/12/2025).
Acara penganugerahan berlangsung meriah dan dihadiri para kepala Disdukcapil kabupaten/kota serta pejabat Pemprov Sumsel.
Bupati Lahat H Bursah Zarnubi melalui Asisten I Setda Lahat Rudi Thamrin juga hadir memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Lahat.
Menurut dia, prestasi tersebut diraih melalui inovasi andalan Disdukcapil Lahat bertajuk “Palah Beghusik”, sebuah program pelayanan perekaman data kependudukan bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
“Melalui inovasi ini, petugas melakukan pelayanan jemput bola ke rumah atau lokasi warga yang memiliki keterbatasan fisik, mental, atau kondisi tertentu sehingga tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil,” tutur Rudi.
Layanan tersebut, lanjut dia, meliputi perekaman KTP-el, kartu keluarga, hingga dokumen administrasi kependudukan lainnya.
Dia melanjutkan bahwa program ini dinilai mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus memastikan seluruh warga mendapatkan hak pelayanan secara adil, cepat, dan manusiawi.
Atas penghargaan yang diraih itu, Disdukcapil Lahat menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas pelayanan administrasi kependudukan.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pendorong bagi seluruh jajaran Disdukcapil Lahat untuk memastikan pelayanan yang prima, mudah dijangkau, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Dalam kesempatan itu, Perwakilan Pemprov Sumsel menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dinilai inklusif dan adaptif tersebut.
Inovasi “Palah Beghusik” menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat yang beragam.
Inovasi ini juga diharapkan mampu menginspirasi Disdukcapil kabupaten/kota lain untuk menghadirkan layanan yang lebih empatik dan responsif. (nita)









