Sriwijayamedia.com- Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof Dr Unifah Rosyidi, M.Pd., prihatin dan sedih atas gugurnya seorang tenaga pendidik (guru) di pedalaman Yahukimo, Papua belum lama ini.
Ia merasa begitu sedih dan berduka karena untuk kesekian kalinya seorang guru yang tengah melakukan tugas dipedalaman harus kembali menjadi sasaran kelompok orang tak dikenal (OTK), yang belakangan disinyalir para pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dalam wawancara khusus, Unifah menegaskan bahwa guru jauh dari keterlibatan politik, karena itu ia berharap jangan sampai guru dijadikan sasaran.
Baginya, guru adalah penjaga pilar persatuan bangsa yang mendidik anak siapa saja tanpa memandang bulu. Guru menginginkan kemajuan bagi semua termasuk Papua.
Oleh karena itu, lanjut Unifah, guru seharusnya dijaga dan disayangi bersama, baik oleh masyarakat maupun aparat, terutama didaerah rawan konflik.
Ia juga ingin para guru yang bertugas diberikan perlindungan agar bisa mengajar dengan aman.
“Saya sangat sedih atas peristiwa itu. Guru jauh dari keterlibatan politik. Jangan sampai guru dijadikan sasaran dan korban,” ungkap Unifah, di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Atas kejadian yang menimpa seorang guru bernama Melani Wamea (31) di Yahukimo, Papua pada Jumat (10/10/2025), Unifah berharap pelaku dapat ditindak seadil-adilnya dan seluruh keluarga korban mendapatkan perlindungan penuh.
“Saya hanya ingin Indonesia damai. Kepada para guru yang telah mendapat tugas di Papua, kami mohon agar pihak keamanan dan masyarakat turut melindungi para guru. Kami juga mohon pelaku dapat ditindak seadil-adilnya dan bisa diberikan perlindungan bagi seluruh keluarganya,” pinta Unifa.
Diketahui, guru Melani Wamea tewas dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa ini terjadi di Kampung Holuwon, Distrik Holuwon, Yahukimo
pada Jumat (10/10/2025).
Korban diserang saat hendak ke lokasi penanaman pohon.
Saat itu, korban bersama rekan-rekan guru lainnya dan para siswa hendak melakukan kegiatan penanaman pohon di area perbukitan sekitar sekolah.
Melani Wamea meninggal dunia saat dievakuasi ke rumah sakit. Sementara tiga rekannya sesama guru hingga kini masih mengalami trauma. Bahkan Polres Yahukimo tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut. (Santi)









