Hindari Siswa Buta Huruf, Bupati Panca Evaluasi Sistem Pendidikan di Ogan Ilir

Bupati OI Panca Wijaya Akbar (kiri) didampingi Wabup OI Ardani/sriwijayamedia.com-hdn

Sriwijayamedia.com – Dalam rangka meningkatkan kecerdasan para siswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir segera mengevaluasi sistem pendidikan yang berlaku saat ini, baik dari tenaga pendidik maupun kurikulumnya terkait adanya siswa SMP belum bisa membaca.

Hal itu disampaikan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar pada awak media, Rabu (8/10/2025).

Bacaan Lainnya

Menanggapi permasalahan siswa yang belum bisa membaca hingga kelas III SMP, jangan beranggapan sekolah tersebut telah salah atau gagal dalam mendidik siswanya.

Namun, kata Bupati, masalah itu ada di histori anak itu sebelumnya.

“Mengapa siswa itu bisa naik kelas? Lulus SD? Dan naik kelas waktu SD? Ini yang perlu ditelusuri sehingga kita dapat memahami dan menentukan langkah apa yang perlu dilakukan,” terangnya.

Maka itu, lanjut Panca, Pemkab Ogan Ilir melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan melakukan evaluasi pada sistem pembelajaran berlaku saat ini, baik pada pendidik maupun kurikulumnya.

“Jika masalah tersebut disebabkan oleh gurunya, maka Kepala Sekolah dan tenaga pendidik di sekolah tersebut akan dievaluasi. Namun jika ini terjadi karena kurikulumnya, maka kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk mencari cara agar masalah ini bisa diatasi,” imbuhnya.

Terkait usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) dari anggota DPRD, Panca berpendapat hal itu akan dilakukan jika cakupan masalah buta huruf ini diketahui terjadi juga di kecamatan lainnya.

“Untuk pembentukan Pansus, kita menunggu hasil pemetaan dari Disdik apakah masalah ini tidak hanya di Kecamatan Lubuk Keliat saja, maksudnya jika ini ditemukan banyak dan luas cakupannya maka itu harus dilakukan,” jelasnya.

Menurut Panca, masalah siswa buta huruf saat ini memang banyak terjadi, bukan hanya di Ogan Ilir, namun di daerah lain juga masih banyak.

Berkenaan dengan hal tersebut, Panca berjanji akan mengambil kebijakan terbaik untuk mengatasi masalah buta aksara, demi masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, saat sidang paripurna berlangsung anggota DPRD OI dari Fraksi PKS M Sayuti dalam interupsinya mengusulkan pembentukan Pansus terkait lima siswa SMP kelas III masih buta huruf hasil temuan Wakil Bupati (Wabup) OI Ardani.

Sementara Pengurus Dewan Pendidikan OI Sarono P Sasmito berpendapat pemberlakuan harus lulus atau naik 100 persen menjadi salah satu penyebab siswa tidak bisa membaca, namun bisa lulus SD dan naik hingga Kelas III SMP. (hdn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *