Dorong Aktifkan Partai Patriot, LaNyalla : Saatnya PP Punya Rumah Politik Sendiri

Anggota DPD RI Dapil Jatim sekaligus Ketua MPW PP Jatim AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/sriwijayamedia.com-adjie

Sriwijayamedia.com — Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur (Jatim) sekaligus Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Jatim AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyerukan pentingnya mengaktifkan kembali Partai Patriot sebagai wadah perjuangan politik PP.

Seruan ini disampaikan LaNyalla dalam catatan reflektifnya pada momentum Musyawarah Besar (Mubes) PP ke-XI, yang berlangsung hari ini, Senin (26/10/2025)

Menurut LaNyalla, langkah menghidupkan kembali Partai Patriot bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan kebutuhan strategis untuk mengonsolidasikan perjuangan ideologis PP.

Ia menilai, organisasi yang berlandaskan Pancasila itu harus memiliki saluran politik resmi yang berfokus penuh pada agenda ideologis dan perjuangan konstitusional.

“Selama ini PP menyalurkan aspirasi politiknya melalui berbagai partai. Strategi ‘ada di mana-mana’ memang memberi pengaruh luas, tapi membuat platform perjuangan kita tidak teragregasi secara utuh,” ujar LaNyalla.

LaNyalla menegaskan, dengan mengaktifkan kembali Partai Patriot, PP akan memiliki rumah politik tunggal yang mampu menyatukan visi dan langkah perjuangan para kader.

“Kita butuh sentralisasi perjuangan ideologis agar energi organisasi tidak terpecah di berbagai partai yang memiliki agenda berbeda,” tuturnya.

LaNyalla menyebut sedikitnya ada empat alasan strategis mengapa pengaktifan Partai Patriot menjadi keharusan.

Pertama, untuk menyatukan perjuangan ideologis Pancasila dalam satu wadah politik. Kedua, membangun kekuatan politik mandiri agar Pemuda Pancasila tidak hanya menjadi kelompok penekan, tetapi aktor politik yang menentukan arah kebijakan nasional.

Ketiga, tambah LaNyalla, partai ini akan menjadi sarana pengkaderan politik jangka panjang, memungkinkan kader PP maju dalam pemilu tanpa harus tunduk pada ideologi partai lain.

Keempat, sebagai instrumen untuk mewujudkan visi ‘Kembali ke Khittah Konstitusi’, yakni mengembalikan sistem ketatanegaraan sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa.

“Perjuangan ini membutuhkan kekuatan politik yang solid dan berdaulat di parlemen. Hanya dengan partai sendiri, PP bisa mendorong kebijakan publik yang sejalan dengan roh Pancasila,” tegasnya.

LaNyalla menegaskan, bahwa Pemilu 2029 harus menjadi momentum bagi PP untuk kembali bersatu di bawah bendera Partai Patriot.

“Saatnya kita bertransformasi dari kelompok penekan menjadi kekuatan politik penentu. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” pungkasnya. (Adjie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *