Sriwijayamedia.com- Pelatihan Sertifikasi Certified Professional Writer (CPW) inisiasi Lembaga AR Learning Center berlangsung sukses dan penuh antusiasme pada Minggu (26/10/2025) malam.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Owner Lembaga Program AR Learning Center sekaligus Trainer Nasional Andre Hariyanto, diikuti oleh 31 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia mulai dari jurnalis, penulis, pegiat literasi, hingga mahasiswa yang ingin memperdalam dunia penulisan profesional.
Bangun Kompetensi dan Integritas Penulis Profesional
Dalam sambutannya, Andre Hariyanto menegaskan bahwa pelatihan sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen Owner Lembaga AR Learning Center untuk membentuk ekosistem pembelajaran yang produktif, inspiratif, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi dan jurnalistik.
“Menjadi penulis atau jurnalis profesional bukan sekadar mampu menulis berita, tetapi juga memahami nilai, etika, dan tanggung jawab moral di balik setiap tulisan. Lembaga AR Learning Center berupaya mencetak kader penulis yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter,” tegas Andre.
Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi CPW merupakan program nasional yang telah diakui dan dirancang untuk memberikan standar kompetensi bagi para praktisi media dan penulis di era digital.
Materi Komprehensif: Dari Etika Hingga Tantangan Era Digital
Pelatihan ini menghadirkan Aditiyas, seorang praktisi dan pelatih jurnalistik berpengalaman, sebagai narasumber.
Dalam sesi pemaparannya, Aditiyas membahas berbagai topik penting, di antaranya: etika dan Kode Perilaku Jurnalistik. Bagaimana seorang jurnalis menjaga profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab sosial dalam pemberitaan.
Kedua teknik menulis berita dan feature. Cara menulis berita yang akurat, menarik, dan mematuhi kaidah jurnalistik.
Ketiga verifikasi dan validasi fakta. Pentingnya cek dan ricek dalam memastikan keakuratan informasi di tengah arus hoaks dan disinformasi.
Lalu, tantangan dunia jurnalistik digital. Menghadapi tekanan media sosial, algoritma, dan kecepatan informasi tanpa mengorbankan kualitas berita.
Terakhir, branding dan etika penulis profesional. Membangun reputasi dan kredibilitas sebagai jurnalis di mata publik dan redaksi.
Aditiyas menegaskan, di era keterbukaan informasi, integritas menjadi pondasi utama seorang penulis profesional.
“Jurnalis dan penulis hari ini harus mampu menjadi benteng terakhir kebenaran di tengah derasnya arus informasi palsu. Kejujuran dan akurasi adalah mata uang utama profesi ini,” imbubnya.
Peserta Antusias, Diskusi Interaktif Jadi Daya Tarik
Selama pelatihan, suasana berjalan dinamis dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan nyata di lapangan, mulai dari tekanan deadline, intervensi narasumber, hingga etika penggunaan media sosial oleh jurnalis.
Salah satu peserta, Yadi Hendri Supriyadi mengaku mendapatkan banyak Ilmu dan wawasan baru dari kegiatan ini.
“Pelatihan ini bukan hanya menambah ilmu, tapi juga memperkuat nilai-nilai profesionalisme. Saya semakin memahami pentingnya menjaga objektivitas dan etika dalam setiap karya jurnalistik,” paparnya.
Peserta lainnya juga berharap pelatihan seperti ini bisa diselenggarakan secara rutin agar semakin banyak jurnalis dan penulis yang mendapatkan pembinaan dan pengakuan kompetensi secara profesional.
AR Learning Center: Pusat Pembelajaran dan Pengkaderan Nasional
Sebagai lembaga pendidikan nonformal yang aktif di bidang pengembangan sumber daya manusia, literasi, dan jurnalistik, AR Learning Center terus memperluas perannya sebagai pusat pembelajaran, pendidikan, dan pengkaderan nasional.
“Kami ingin Lembaga AR Learning Center menjadi rumah besar bagi siapa pun yang ingin berkembang baik sebagai penulis, jurnalis, maupun trainer. Kami membangun karakter sekaligus kompetensi,” tutur Andre.
Langkah Nyata Ciptakan Jurnalis dan Penulis Unggul
Kegiatan CPW ini menjadi langkah nyata dalam upaya meningkatkan kualitas jurnalisme Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, AR Learning Center berkomitmen untuk terus mengadakan pelatihan dan sertifikasi yang berorientasi pada profesionalisme, etika, dan kemajuan literasi nasional.
“Harapan kami, peserta CPW tidak hanya membawa sertifikat, tapi juga membawa semangat baru untuk menulis lebih baik, lebih jujur, dan lebih berdampak bagi masyarakat,” jelas Andre Hariyanto.(rel)









