Sekda Sumsel : Peran Sekolah dan Siswa Penentu Keberhasilan Program GSMP Goes to School

Sekda Sumsel Ir SA Supriono berfoto bersama, dalam kegiatan TOT GSMP Goes to School Awards Tahun 2024, di Grand Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Selasa (28/5/2024)/sriwijayamedia.com-ton

Sriwijayamedia.com- Peran unsur sekolah dan siswa menjadi sentral dalam keberhasilan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School Awards Tahun 2024.

Hal demikian dikatakan Sekda Sumsel Ir SA Supriono saat menghadiri undangan Training Of Trainers (TOT) GSMP Goes to School Awards Tahun 2024, di Grand Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Selasa (28/5/2024).

Bacaan Lainnya

Sekda Sumsel Ir S A Supriono mengatakan pengendalian inflasi merupakan salah satu konsen utama pemerintah. Tingginya inflasi dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, sehingga dapat menurunkan daya beli masyarakat dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Dia mengklaim berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Sumsel diantaranya dengan menggalakkan gerakan menanam kepada masyarakat, khususnya skala rumah tangga melalui GSMP secara masif telah diluncurkan sejak tahun 2022.

Bahkan GSMP ini telah menghantarkan Pemprov Sumsel mendapatkan penghargaan nasional Innovative Government Award (IGA) pada tahun 2023.

“Tahun 2024 ini GSMP diupgrade secara lebih luas lagi untuk dikembangkan dan masuk ke sekolah-sekolah melalui program GSMP Goes to School. Program GSMP Goes to School bertujuan mengubah pola pikir siswa-siswi dan unsur sekolah yang semula konsumen menjadi produsen,” tuturnya.

Dia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran para siswa dan unsur sekolah. Terlebih unsur sekolah dan siswa mempunyai peranan yang strategis dalam pengendalian inflasi.

Dia melanjutkan program GSMP Goes to School merupakan implementasi dari 9 langkah upaya pengendalian inflasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

GSMP Goes to School dinilai strategis karena diharapkan dapat membangun budaya menanam di kalangan siswa dan unsur sekolah dan menularkan hal itu kepada lingkungan keluarganya.

“Diharapkan budaya dan kebiasaan ini terus mengakar sehingga masalah kebutuhan pangan, khususnya komoditas tanaman cepat panen dan kedepannya tidak menjadi hal yang mempengaruhi tingkat inflasi di Sumsel,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak para kepala sekolah bersama para guru untuk memanfaatkan ruang/lahan/pekarangan kosong di sekolah untuk dijadikan media tanam tanaman pangan cepat panen, seperti cabai dan kebutuhan konsumsi pangan lainnya.

Kepala sekolah dan guru penggerak diharapkan juga dapat mendorong para siswa untuk berperan aktif dalam GSMP melalui kurikulum Merdeka (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan pemanfaatan anggaran sekolah masing-masing maupun dukungan anggaran dari sumber lainnya.

“Program GSMP Goes to School ini merupakan salah satu penilaian sekolah yang diminta untuk dilaporkan secara berkala ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel. Kami berharap gerakan menanam GSMP yang telah dilaksanakan oleh SMA/SMK se-Sumsel ini dapat diadopsi dan dilaksanakan pula oleh pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Pendidikan kabupaten/kota dengan meneruskan kegiatan ini di level SD, SMP, TK/Paud kabupaten/kota,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *