751 Mahasiswa UTP Ikuti KKN di Kecamatan Sako

Sebanyak 751 mahasiswa semester akhir UTP mengikuti KKN angkatan 34, di Kecamatan Sako Palembang, Selasa (7/3/2023)/sriwijayamedia.com-ocha

Sriwijayamedia.com – Sebanyak 751 mahasiswa semester akhir Universitas Tridinanti Palembang (UTP) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 34, di Kecamatan Sako Palembang, Selasa (7/3/2023).

Kegiatan pelepasan ini dihadiri Rektor UTP Dr Ir Hj Nyimas Manisah, MP., Camat Sako Drs Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si., para dosen dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Rektor UTP Dr Ir Hj Nyimas Manisah, MP., menyampaikan KKN ini diikuti mahasiswa semester akhir sebagai persyaratan kelulusan.

Para mahasiswa dibagi per kelompok masing-masing 25 orang untuk 4 kelurahan.

“Kami memilih kecamatan Sako sebagai tempat mahasiswa KKN, karena Kecamatan Sako memiliki potensi yang sedang berkembang, serta agar mahasiswa bisa tahu bagaimana kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Rektor melanjutkan tujuan KKN ini agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung diluar kampus. Karena selama ini mereka mendapatkan ilmu hanya di dalam kampus.

Saat ini mereka benar-benar bisa menerapkan apa yang didapat saat berada di kampus untuk diterapkan di masyarakat.

“Kecamatan Sako hebat dan luar biasa. Kami titip mahasiswa kami disini,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sako Drs Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si., mengucapkan terima kasih karena telah memilih Kecamatan Sako menjadi lokus KKN.

“Kami sangat terkesan dengan KKN ini karena mahasiswa-mahasiswa ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga masyarakat Sako bisa memberikan respon dan kesan baik kepada mahasiswa UTP,” ucapnya.

Dia mengaku banyak program-program yang sudah dilaksanakan seperti kegiatan Media Layanan Edukasi Ramah Sampah Keliling (My Darling) yang melibatkan mahasiswa KKN, pembuatan briket arang organik, pembuatan tempat-tempat umum, pembersihan tempat umum, senam, gotong royong, posyandu dan lain-lainnya di masyarakat.

“Pesan saya kepada adik-adik mahasiswa UTP, jadikan momen KKN ini menjadi pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan. Hal-hal yang sifatnya baik dan ilmu pengetahuan jadikan pelajaran dan pengalaman, dan yang tidak baik untuk ditinggalkan di Kecamatan Sako, tidak perlu diceritakan kepada yang lain,” jelasnya (ocha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *