Sriwijayamedia.com – Politeknik Transportasi (Poltek Trans) Sungai Danau dan Penyeberangan (SDP) Palembang mewisuda sekitar 191 mahasiswa/i Diploma III (D3) Manajemen Transportasi Perairan Daratan, D3 Studi Nautika, dan D3 Permesinan Kapal Angkatan XXX, Selasa (13/9/2022).
“Dari 191 wisudawan, yang lulus dengan predikat pujian berjumlah 20 orang dan 171 orang berpredikat lulus dengan prestasi sangat memuaskan,” ujar Direktur Poltek Trans SDP Palembang sekaligus inspektur upacara Dr H Irwan, SH., M.Pd., M.Mar E.
Dia menyebut wisudawan yang mendapat prestasi terbaik diraih oleh Anggita Nahda dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,62 jurusan D3 Manajemen Transportasi Perairan Daratan asal Provinsi Sumsel.
Kedua David Ardiansyah dengan IPK 3,52 jurusan D3 Studi Nautika asal Provinsi Sumsel dan ketiga M Raken Al Zuhra dengan IPK 3,60 jurusan D3 Permesinan Kapal asal Sumsel.
“Ya, kami berhasil mencetak generasi pemberani dan unggul, guna untuk mewujudkan Indonesia maju. Ini merupakan keberhasilan para orang tua dan keluarga yang telah ikut mendukung mengantarkan putera dan puteri menyongsong masa depan yang cerah,” terangnya.
Menurut dia, kemajuan teknologi dan arus informasi yang begitu pesat, membawa perubahan dan tantangan yang menuntut kita untuk bekerja keras, konsentrasi, dan berusaha terus menerus untuk mengimbanginya.
Berbagai perubahan tersebut antara lain adalah aktifitas pelayaran yang terstabil sungai daratan kedepannya dituntut menjadi transportasi berkelanjutan.
“Para alumni harus mampu mendukung terciptanya transportasi yang ramah lingkungan. Penerapan struktur inflation pada bahan bakar kapal untuk meningkatkan kualitas udara. Say scurity on box site serta manajemen menjadi persoalan, yang harus didukung adanya sumber daya manusia di bidang pelayaran, dan transportasi sungai daratan yang memahami federasi dan penempatan teknologi baru,” imbuhnya.
Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sangatlah penting dalam bidang transportasi. Dampak dari pandemi Covid-19 melahirkan beberapa inovasi site teknologi yang mempertimbangkan pengurangan kontak fisik dalam penggunaannya.
“Harus terus meningkatkan kompetensinya, kemampuan, sikap, mental, disiplin, dan tanggung jawab yang tinggi,” jelasnya.(ton)









